Dinas Pariwisata, PHRI, dan IHGMA Sumut Luncurkan Medan Safe Stay Campaign

Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan, Agus Suriyono mengatakan, seluruh industri pariwisata agar menerapkan protokol kesehatan

Editor: Juang Naibaho
Tribun-Medan.com/Natalin Sinaga
Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan Agus Suriyono bersama Ketua DPD IHGMA Sumut, Achmad Zulham dan Ketua PHRI Sumut Denny S Wardhana saat meninjau hotel dan mal untuk memastikan penerapan protokol kesehatan di era adaptasi kebiasaan baru. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Natalin

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Guna memastikan penerapan protokol kesehatan di era adaptasi kebiasaan baru, Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Medan bersama PHRI Sumut (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia ), IHGMA Sumut (Indonesia Hotel General Manager Association) dan ASPPI Sumut (Asosiasi Pelaku Pariwisata) mengunjungi beberapa hotel, restoran, kafe, dan mal di Kota Medan, Selasa (25/8/2020).

Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan, Agus Suriyono mengatakan, seluruh industri pariwisata agar menerapkan protokol kesehatan di masing masing lokasi usaha dengan garis besar tiga M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak) dan ketentuan protokol kesehatan lainnya yang tercantum dalam Perwal Nomor 27 tahun 2020 tentang pelaksanaan adaptasi kehidupan baru pada kondisi pandemi Covid-19.

"Kita mengharapkan kesadaran masyarakat untuk mengikuti protokol kesehatan karena kalau zona merah ancaman bagi pariwisata Kota Medan. Masyarakat yang patuh pada protokol kesehatan tentunya bisa menekan penyebaran Covid-19 dan dunia pariwisata akan bergairah kembali," ujar Agus.

Diakuinya, hotel-hotel di Medan sudah kembali beroperasional dan tetap punya kegiatan, ia berharap bahwa tak ada lagi hotel yang tutup.

"Ayo ikuti protokol kesehatan memakai masker, mencuci tangan, dan tetap menjaga jarak jika ada kegiatan bersamaan. Oleh karena itu kita terus bersinergi, seluruh asosiasi bersinergi membangun bangkitnya Pariwisata Kota Medan," ungkapnya.

Ia mengaku penerapan protokol kesehatan di hotel, restoran, cafe dan mal juga sudah sangat baik. Ia juga berterima kasih kepada seluruh pelaku usaha pariwisata karena sudah menerapkan protokol kesehatan tersebut.

"Jangan khawatir berkunjung ke hotel, restoran, cafe dan mal, kita sudah menerapkan protokol kesehatan. Untuk tingkat okupansi sudah mulai naik tapi tidak usah bicara angka dulu, yang penting kita harapkan okupansi ini bisa naik terus," kata Agus.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPD IHGMA Sumut, Achmad Zulham mengatakan pihaknya melakukan kunjungan ke beberapa hotel, restoran, cafe dan mal ini dilakukan untuk memastikan jasa perhotelan dan jasa pariwisata lainnya sudah menerapkan protokol kesehatan sekaligus
Medan Safe Stay Campaign.

"Kita memastikan bahwa semua properti hospitality sudah dapat dinikmati masyarakat umum tanpa harus takut akan tertular. Kita sudah cek beberapa hotel dan mal dan semua melaksanakan protokol kesehatan," ujar Achmad Zulham didampingi Ketua PHRI Sumut Denny S Wardhana dan Sekertaris Umum PHRI Sumut, Dewi Juwita Purba.

Diakuinya, seharian ini pihaknya sudah menyambangi sejumlah tempat, antara lain Le Polonia Hotel and Convention, Sun Plaza, Grand Aston City Hall Medan, Soho, Cafe Nongkrong, Soho Capital Medan.

"Program ini akan kontinu, kita akan tetap kembali mengecek semua hotel, semua unit bisnis dengan bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Kota Medan, PHRI Sumut dan asosiasi pariwisata lainnya,” ujar Achmad Zulham.

Sementara itu GM LePolonia Hotel and Convention Medan, Riswan Surbakti mengatakan pihaknya sudah menerapkan protokol kesehatan. Tamu dan karyawan yang masuk ke hotel diukur suhu tubuh terlebih dahulu dan suhu tubuh harus di bawah 37,5 derajat celcius.

"Tamu masuk dicek suhu tubuh, mereka (tamu) juga harus cuci tangan. Hand sanitizer kita sediakan di restoran, resepsionis, lift. Sejauh ini kita aman tidak ada masalah, kami menerapkan CHS (Clean, Health, Safety)," ujar Riswan.

Di samping itu, Marcomm Manager Sun Plaza, Yokie mengatakan pihaknya telah menjalankan dan menerapkan protokol kesehatan dengan standard sesuai dengan standard Lippo Malls Indonesia.

"Kami mengapresiasi kunjungan dari berbagai instansi pemerintah dalam rangka pengecekan implementasi protokol yang telah kami dilakukan selama ini," ujarnya.

Ia menjelaskan prosedur kebersihan dan keamanan yang telah disiapkan oleh Lippo Malls dalam mencegah penyebaran Covid-19 antara lain melakukan pemeriksaan suhu tubuh sebelum memasuki area mal, mewajibkan menggunakan masker selama berada di area mal.

"Kami juga menyediakan hand sanitizer di beberapa titik strategis dan mudah dijangkau. Menerapkan prosedur jaga jarak (physical distancing) dengan jarak minimal 1,5 meter khususnya di area pintu masuk, pada saat berbelanja, antrian customer service, area makan, dan juga pada saat menggunakan lift ataupun eskalator," ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga mengimbau pengunjung untuk menggunakan alat pembayaran non-tunai dan alat pembayaran elektronik lainnya, melakukan desinfektan secara rutin di beberapa fasilitas publik seperti toilet, lift, eskalator, mushola,dan beberapa area publik lainnya.

"Kita menutup sementara layanan pengunjung seperti valet parking dan area bermain anak-anak yang disediakan mal dan kita sudah melengkapi front liner dengan sarung tangan, face shield dalam melayani pengunjung," ucapnya.

(nat/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved