Breaking News

PSMS Medan

Legenda PSMS Edwin Daud Berpulang, Suharto AD Kehilangan Rekan yang Humoris

Bang Harto menuturkan, karakter Edwin yang paling berkesan dan tidak bisa dilupakan adalah kekocakannya.

TRIBUN MEDAN/HO
FOTO lawas mantan pemain dan legenda PSMS Medan era 90-an, Edwin Daud saat bersama rekan setimnya di PSMS . 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Berpulangnya mantan kapten PSMS era 90-an, Edwin Daud turut menyisakan duka bagi rekan-rekan seperjuangan almarhum yang pernah sama-sama membela Ayam Kinantan di jaman kompetisi perserikatan hingga Liga Indonesia.

Rasa kehilangan ini juga turut diakui oleh legenda PSMS, Suharto AD. Meski lebih senior dari Edwin, namun pria yang akrab dipanggil Bang Harto ini tak pernah melihat itu sebagai gap pemisah.

Sebaliknya sebagai pemain yang sama-sama membela PSMS, keduanya mampu akrab satu sama lain.

Bang Harto menuturkan, karakter Edwin yang paling berkesan dan tidak bisa dilupakan adalah kekocakannya. Karakter Edwin yang supel dan humoris juga membuatnya disenangi semua kawan-kawam di PSMS.

Selain itu, Edwin Daud juga dinilai mampu cepat akrab dengan semua rekannya.

Hingga pensiun dari PSMS pun Edwin tak pernah memiliki konflik baik dengan Suharto maupun rekan lainnya.

PSMS Medan Berencana Gelar Laga Amal untuk Edwin Daud Bersama Para Legend Ayam Kinantan

"Dia (alm Edwin) memang jauh di bawah saya. Tapi kami selalu sama dulu. Sudah kenal lama, bahkan saat masih bekerja di Bank Bumi Daya (BBD) sebelum Bank Sumut. Anaknya supel, simpel, sangat-sangat bagus, sangat baik serta loyal pada tim dan rekan setimnya," tutur Suharto AD, Senin (17/8/2020) sore.

Suharto AD menceritakan, salah satu keunggulan Edwin di lapangan hijau adalah sepakan geledeknya. Bahkan yang paling luar biasa kata Harto, Edwin selalu memiliki disiplin dan kualitas fisik yang prima saat bertanding. Saat bersama berada di mess, tak jarang Edwin Daud juga memilih berlatih lebih dulu dibanding rekannya yang lain.

Fisik yang bagus itu menurut mantan pelatih PSMS ini sangat mendukung filosofi keras yang dimainkan PSMS. Edwin yang berposisi sebagai gelandang tengah itu pun mampu bermain bebas dengan daya jelajah yang tinggi.

"Ketenangan Edwin dalam bermain itu bagus sekali. Tendangannya juga cukup keras. Dia mainnya tidak terpusat karena fisiknya itu di atas rata-rata. Woop kalau itu jago. Cerita gelar yang kami raih bersama banyak juga, cuma banyak lupa. Saat kami sama pernah dilatih Bang Nobon, bang Parlin pernah, Bang Tum, Bang Wibisono juga pernah kami," kata Suharto AD.

Setelah pensiun dari PSMS, Suharto AD mengatakan tak putus komunikasi dengan Edwin Daud. Selain juga tergabung dalam grup para mantan penggawa PSMS, secara pribadi, Suharto AD tetap menjalim komunikasi dan silaturahmi.

"Kalau terakhir ketemu sudah lama juga. Tapi telponan yang sering. Bahkan sebelum meninggal masih sempat komunikasi lewat WA, canda-candaan pun," ungkapnya.

PSMS Medan Terus Berupaya Agar Bisa Jadi Tuan Rumah Liga 2

Adapun Edwin Daud meninggal dunia pada Sabtu (15/8/2020) malam setelah sempat menjalani perawatan seminggu di Rumah Sakit Bunda Thamrin, Medan. Kabar kepergian legenda PSMS kelahiran 10 Oktober 1970 ini langsung tersebar melalu pesan singkat dan media sosial.

Rekan-rekan almarhum juga turut mengabarkan info meninggalnya Edwin Daud.

Kepergian Edwin meninggalkan istri dan dua orang anak. Jenazah Edwin Daud dimakamkan pada hari Minggu (16/8/2020) pagi dengan dihadiri keluarga, tetangga, rekan sekerja dari Bank Sumut, dan para mantan penggawa PSMS Medan.

"Intinya kami semua turut berdukacita. Semoga keluarga tabah dalam menghadapi cobaan ini. Mudah-mudahan keluarga tidak terlalu lama bersedih. Rencananya mantan-mantam PSMS juga akan menggelar laga amal, harapan kita seperti itu. Kita kan selalu begitu," tutupnya.(can/tri bun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved