Liga Champions
Ciptakan Sejarah Baru Liga Champions, Pelatih RB Leipzig Perbolehkan Pemainnya Pesta Dulu
Pelatih RB Leipzig, Julian Nagelsmann, mengizinkan pemainnya untuk sedikit menikmati hasil jerih payah mereka di pentas Liga Champions.
T R I BUN-MEDAN.com - RB Leipzig sukses melaju ke babak semifinal Liga Champions usai menekuk Atletico Madrid dalam babak perempat final Liga Champions di Stadion Jose Alvalade, Jumat (14/8/2020) dini hari WIB.
Kesuksesan mereka dalam laga RB Leipzig vs Atletico Madrid membuat tim asal Jerman itu menorehkan sejarah di Liga Champions.
Usai ciptakan sejarah baru, Pelatih RB Leipzig, Julian Nagelsmann, mengizinkan pemainnya untuk sedikit menikmati hasil jerih payah mereka di pentas Liga Champions.
• Barcelona VS Munchen, Thomas Muller Ungkap 11 Pemain Punya Tugas Hentikan Lionel Messi
Selain Leipzig yang ciptakan sejarah, pelatihnya mendapat catatan apik.
Dengan usianya yang baru di angka 33 tahun 21 hari, Julian Nagelsmann menjadi pelatih termuda yang berhasil membawa timnya ke semifinal Liga Champions.
"Klub ini berkembang secara cepat," kata Nagelsmann mengawali.
"Kami naik kasta ke Bundesliga (2017) dan sekarang tembus Liga Champions tiga kali beruntun," ujar dia kepada Sky Sport seperti dikutip Goal.
• Wakil Spanyol Atletico Madrid Tersingkir dari Liga Champions, Simeone “Terkutuk”
"Kami masih bertahan di Liga Champions saat ini dan progress ini luar biasa," jelas Julian Nagelsmann.
"Nuansa luar biasa juga terjadi di klub maupun tim. Sebagai manajer, Anda harus menatap masa depan," ujarnya melanjutkan.
"Kami harus bersiap pada laga besok," tegas dia.
• Sarat Pengalaman, Persik Kediri Resmi Dapuk Budi Sudarsono Jadi Pelatih
Die Roten Bullen, julukan RB Leipzig, untuk kali pertama menginjakkan kakinya ke babak semifinal Liga Champions.
Keberhasilan tersebut membuat nama RB Leipzig menjadi tim termuda yang berhasil masuk fase empat besar.
Seperti diketahui, Die Roten Bullen baru didirikan pada 19 Mei 2009 lalu.
Adapun pada partai semifinal nanti, RB Leipzig akan berjumpa dengan wakil Perancis, Paris Saint-Germain (PSG).
"Tak banyak waktu untuk selebrasi, tetapi mungkin kami akan meminum bir di hotel, lalu fokus ke PSG," bebernya.
Ditanyai soal kunci kemenangan, Nagelsmann menyebut timnya memiliki mental kuat ketika kebobolan.
"Kami tetap tenang meski kebobolan dan skor imbang, itu yang paling penting. Kami tidak mudah panik dengan permainan kami," ungkap dia.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tuai Sejarah di Liga Champions, Pelatih RB Leipzig: Pesta Dulu, Lalu PSG"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/rb-leipzig-ciptakan-sejarah-baru.jpg)