PSMS Medan
PSMS Berminat Jadi Tuan Rumah Liga 2 2020, Ini Untung Ruginya Bagi Skuat Ayam Kinantan
Setelah mengkalkulasi untung dan ruginya, manajemen PSMS akhirnya telah mengajukan surat agar bisa jadi tuan rumah Liga 2.
Penulis: Chandra Simarmata | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - PSMS Medan telah resmi mengajukan diri sebagai tuan rumah babak penyisihan Liga 2 2020 yang bakal digelar mulai 17 Oktober mendatang dengan format home tournament.
Sebelumnya tim berjuluk Ayam Kinantan ini memang belum berencana mengajukan diri sebagai tuan rumah.
Namun setelah mengkalkulasi untung dan ruginya, manajemen akhirnya telah mengajukan surat agar bisa jadi tuan rumah.
Sekretaris Umum (Sekum) PSMS, Julius Raja, mengatakan, tim berjuluk ayam Kinantan memang sangat berminat untuk menjadi tuan rumah.
"Kita kan sudah ajukan surat. Niat itu ada. Terhadap lima tim nanti yang bakal latihan di di Medan kita juga akan siapkan cadangan lapangannya," kata Julius Kamis (13/8/2020) sore.
• Bersaing dengan Banyak Klub, PSMS Tetap Pede Ajukan Diri Sebagai Tuan Rumah Liga 2
Pria yang akrab disapa King ini menjelaskan tetap ada untung ruginya saat jadi tuan rumah.
Ia memaparkan salah satu yang harus dikeluarkan saat bertindak sebagai tuan rumah tentunya biaya yang lebih besar. Karena dalam 15 hari akan ada 10 pertandingan di babak penyisihan.
"Artinya kalau kita kita panitia dari sisi pendanaan itu jadi biaya lebih besar sedikit perhitungan kita," ungkapnya.
Sebaliknya jika menjadi tim tamu, Julius juga mengatakan ada plus minusnya. Meski menjalani laga tandang (away) dana yang dikeluarkan lebih sedikit dibanding tuan rumah namun tim Ayam Kinantan akan kehilangan nuansa bermain di kampung sendiri.
• PSMS Tak Berminat Jadi Tuan Rumah Babak Penyisihan Grup
Menurut Julius dengan bermain di kandang para pemain akan lebih semangat. Walaupun rugi biaya. Karena alasan itu jugala manajemen PSMS turut berniat jadi tuan rumah.
"Hitungan plus minusnya contoh kalau kita berangkat main di tempat lain (away) misal di Pulau Jawa, biaya kita mungkin sekitar Rp 400 juta. Kalau kita jadi Panpel dan melaksanakan pertandingan sekitar Rp 600 juta. Kan artinya minus 200 juta yang harus kita tutupi. Tapi kalau kita main di kandang kan semangat ," pungkasnya.(can/tri bun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/sekretaris-umum-sekum-psms-medan-julius-raja-sekretaris-umum-sekum-psms-medan-julius-raja.jpg)