BUS BTS BEROPERASI di Medan September, Organda Medan Tanggapi soal Isu Layanan Gratis

Isu pemberian layanan gratis untuk pengguna transportasi Bus BTS menimbulkan keresahan bagi seluruh pengemudi angkot.

Editor: Salomo Tarigan
T R I B U N-MEDAN.com/Risky Cahyadi
Peluncuran bus Buy The Service oleh Pemerintah Kota Medan melalui Kementerian Perhubungan pada Februari lalu di depan Lapangan Merdeka Medan 

Bus BTS Direncanakan Beroperasi September, Organda Medan : Kita Dukung Jika Bertarif dan Berhalte

Tribun-Medan.com, Medan - Bus Buy The Service (BTS) direncanakan akan beroperasi pada bulan September mendatang. Penargetan pengoperasian bus modern ini turut mengundang beragam tanggapan dari beberapa pihak, diantaranya Organisasi Angkutan Darat (Organda).

Ketua Organda Medan, Mont Gomery Munthe
mengungkapkan bahwa pengadaan Bus BTS ini didukung oleh pihak organda asal tidak terjadi ketimpangan antara Bus BTS dan angkutan umum lainnya seperti Angkot.

"Kalau memang mau beroperasi silahkan kita dukung, tapi pastikan bertarif dan memiliki halte. Jadi BTS menaikkan dan menurunkan penumpang harus di halte. Kalau ini tidak terpenuhi, ini sudah pasti akan terjadi pergesekan dan konflik di lapangan," ungkap Mont kepada Tribun Medan, Jumat (24/7/2020).

Layanan Bus ini nantinya akan memiliki lima rute diantaranya, Koridor Pinang Baris-Lapangan Merdeka, Koridor Terminal Amplas-Lapangan Merdeka, Koridor Belawan-Lapangan Merdeka, Koridor Medan Tuntungan-Lapangan Merdeka, dan Koridor Tembung-Lapangan Merdeka.

Namun, hingga jelang dua bulan dari sekarang, belum ada tampak terlihat pembangunan halte-halte khusus Bus BTS.

Mont juga menuturkan bahwa sampai saat ini pihak organda juga belum mengetahui penetapan tarif Bus BTS.

"Ini sekarang kita lihat halte nya tidak ada. Apakah mereka beroperasi halte menyusul. Itu kita tidak setuju, pasti akan terjadi pergesekan di lapangan. Sampai hari ini kita belum tahu ada tarifnya. Dalam menentukan tarif, Organda Medan harus dilibatkan. Jangan semena-mena," kata Mont.

Ketua Organda Medan, Mont Gomery Munthe.
Ketua Organda Medan, Mont Gomery Munthe. (istimewa)

Mont sendiri tidak menentang mutlak pengadaan dari Bus BTS ini, namun jelang dua bulan target pengoperasian Bus tersebut, ia ingin adanya transparansi terhadap pengelola dalam Bus tersebut.

"Kita juga ingin tahu pengelola BTS siapa. Kita tahu Medan Bus tapikan kita tidak tahu siapa di dalamnya. Ini harus dipublikasikan.
Alangkah jika akan menghadirkan BTS, kenapa tidak dilibatkan semua angkutan kota Medan. Jadi kita dukung, walau kita diabaikan kita dukung, jadi kita butuh transparansi," ujarnya.

Isu pemberian layanan gratis untuk pengguna transportasi Bus BTS menimbulkan keresahan bagi seluruh pengemudi angkot.

Mont sendiri menegaskan apalagi Bus BTS nantinya akan memberikan layanan gratis, maka bukan tidak mungkin dalam jangka waktu empat hari, supir angkot akan mengalami kerugian besar.

"Organda kota Medan Menolak Keras Bus BTS Bila free dan tanpa halte. Itu kita tolak mentah-mentah. Contoh belawan sampai lapangan Merdeka ini kan angkot berhimpitan, apabila satu gratis dan satunya lagi bayar, dalam tempo empat hari ini bisa collapse semua," ucap Mont.

Tambahnya, Mont juga menegaskan bahwa Organda Medan akan turun tangan jika pihak pengelola Bus BTS nantinya akan meniadakan tarif dan tidak tampaknya halte resmi dari Bus BTS ini.

"Kehadiran BTS kita dukung sepanjang bertarif dan berhalte, jadi kalau mereka beroperasi tanpa tarif dan halte, mungkin ribuan angkot, supir dan keluarga akan memenuhi balai kota. Kita kepung balai kota, kita serius tidak main-main lagi. Karena sampai hari ini kita tidak dilibatkan dalam penentuan tarif," pungkas Mont. 

(cr13/t r i b u n-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved