PSMS Medan

PSMS Medan Patut Antisipasi Semua Tim di Liga 2, Pelatih Philep Hansen Tidak Pernah Anggap Lemah

Jadi tidak ada sistem ketinggalan saat latihan. Karena 11 pemain yang belum bergabung bisa mengikuti ritme latihan.

Tayang:
Editor: Salomo Tarigan
TRI BUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Pelatih kepala PSMS Medan Philep Hansen (kiri) dan pelatih penjaga gawang M Halim kembali memimpin skuat PSMS Medan latihan rutin di Stadion Kebun Bunga, Medan, Senin (6/7/2020). Latihan rutin digelar untuk menjaga kondisi para pemain jelang menghadapi Liga 2 bergulir kembali. 

Laporan wartawan Tri bun Medan Sofyan Akbar

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN -

Skuad PSMS Medan tidak pernah menganggap tim yang lolos di liga dua yang akan dilaksanakan pada Oktober 2020 lemah.

"Kalau saya pelatih dari awal saya bilang tim yang paling kuat adalah semua tim. Saya tidak pernah memandang tim itu lemah. Kalau di regu satu, semua sama jadi harus diantisipasi," kata pelatih PSMS Medan Philep Hansen, Sabtu (11/7/2020).

Untuk saat ini Skuad ayam Kinantan masih melakukan tahap awal mengingat pemain belum berkumpul untuk melakukan latihan bersama.

"Baru 15 pemain yang ada jadi 11 pemain yang belum bisa bergabung karena masih pandemi," ujarnya.

Ia mengaku sudah menyusun program latihan dan sekarang masih tahap awal mengingat pemain belum lengkap. Hansen menyatakan pertama liga dua kemarin persiapan dari Skuad julukan ayam Kinantan ini sangat bagus.

"Kita saat ini lagi bagus-bagus nya makanya memang harus tetap dipertahankan," katanya.

Hansen menyatakan hal itu karena saat perdana pertandingan memasuki liga 2, PSMS Medan tertinggal waktu dan bisa balik menang.

Biasanya, Skuad ayam Kinantan awal pertandingan memang gugup dan mental yang menjadi kendala.

"Tapi sebenarnya itu kuncinya saat beradu pada pertandingan pertama hal itu pasti terjadi. Tapi bisa membalikkan keadaan setelah itu," ujarnya.

Mengenai waktu yang tinggal tiga bulan, bagaimana kesiapan dari PSMS Medan sendiri, Hansen mengaku harus siap dan pihak management menyuruh agar semuanya dipersiapkan baik mental maupun kesiapan para pemain.

"Namun masalahnya sekarang terletak pada pemain. Pemain kita belum lengkap. Ada 11 orang lagi yang belum bisa latihan bareng tim," katanya.

Begitupun, pihaknya tetap menunggu kedatangan 11 pemain yang masih berada di daerah asal mereka seperti di Jakarta, Ternate, Papua dan Bandung.

"Agar tidak tertinggal, saya tetap melakukan latihan kebugaran kepada 15 orang pemain yang sudah standby di kebun bunga. Latihan kebugaran ini dilakukan sembari menunggu kelengkapan tim," ujarnya.

Keterlambatan kedatangan mereka karena masalah Covid-19 yang sedang melanda dunia yang mengakibatkan penerbangan jadi susah.

"Saya sendiri dari Pekanbaru tidak bisa naik pesawat. Jadi saya naik mobil pribadi agar bisa ke sini. Toh jugakan tidak bisa 11 pemain menggunakan jalur darat mengingat lokasi mereka yang sangat jauh," katanya.

Jadi memang, akunya, tidak bisa memaksa agar 11 pemain bisa cepat merapat ke Kebun Bunga.

Karena, akunya kendala terletak saat di Bandara yang terkadang mereka harus diisolasi terlebih dahulu dan bisa memakan waktu seminggu atau dua minggu saat di cek kesehatannya di Bandara.

Ia pun menyatakan dirinya akan memanfaatkan yang ada. Maksudnya, sekarang hanya 15 pemain yang standby dan itu yang harus diperdayakan terlebih dahulu dan yang 11 orang lagi bisa menyusul atau mengikuti ritmenya.

"Jadi tidak ada sistem ketinggalan saat latihan. Karena 11 pemain yang belum bergabung bisa mengikuti ritme latihan. Karena mereka juga lakukan latihan mandiri selama pandemi," ungkapnya.

(akb/tri bun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved