Update Covid19 Sumut 30 Juni 2020

DAFTAR Sebaran Kasus Positif Covid-19 Terbaru di Sumut Hari Ini, Medan Tambah 43, Deliserdang 11

Untuk Kota Medan tercatat masih yang tertinggi dengan tambahan sebanyak 43 pasien positif baru.

Penulis: Chandra Simarmata | Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Tim medis menyusun hasil rapid test di Direktorat Sabhara Polda Sumut, Medan, Rabu (24/6/2020). Kegiatan rapid dan swab test massal tersebut dilaksanakan dalam rangka Hut Bhayangkara ke-74. 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Chandra Simarmata

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kasus positif Covid-19 di wilayah Sumatera Utara masih menunjukkan tren peningkatan hingga hari ini, Selasa (30/6/2020).

Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumatera Utara, Mayor Kes dr Whiko Irwan kembali menginformasikan ada tambahan sebanyak 71 kasus positif baru dalam kurun waktu 24 jam terakhir.

Kasus positif tersebut tersebar di 10 kabupaten/kota di Sumut.

Untuk Kota Medan tercatat masih yang tertinggi dengan tambahan sebanyak 43 pasien positif baru.

"Dari Kota Medan sebanyak 43 orang, Deliserdang 11, Pematangsiantar 4, Binjai 1, Langkat 1, Karo 1, Simalungun 2, Asahan 1, Tapsel 1, Batubara 4 orang, dan domisili belum diketahui sebanyak 2 orang," ujarnya Selasa petang.

Selain pasien positif, dr Whiko juga menginformasikan tambahan pasien sembuh. Tercatat ada 5 pasien sembuh per hari Selasa. "Tambahan 5 pasien sembuh covid berasal dari kota Medan," imbuhnya.

Dr Whiko menjelaskan, drastisnya peningkatan jumlah pasien positif salah satunya merupakan hasil dari masifnya pemeriksaan swab PCR Test ( Polymerase Chain Reaction) yang dilakukan di Sumut. Selain itu data ini juga masih menunjukkan gambaran masih adanya penularan virus Corona di Sumut.

"Terjadinya peningkatan jumlah penderita covid positif juga masih menunjukkan adanya penularan di lingkungan kita," kata Whiko.

Data Covid-19 Sumut

Whiko Irwan menerangkan bahwa total pasien terpapar virus Corona berjumlah 1.551 orang di Sumut hingga Selasa (30/6/2020) pukul 16.00 WIB.

"Update data Covid-19 di Provinsi Sumatera Utara hingga 30 Juni 2020, pasien positif metode PCR berjumlah 1.551 orang," ungkapnya.

Pasien positif aktif Covid-19 yang saat ini dirawat di rumah sakit yang ada di Sumut berjumlah 1.054 pasien.

Sementara pasien sembuh bertambah sebanyak 5 orang.

"Pasien meninggal dunia akibat positif virus corona tetap di angka 92 orang. Sementara pasien sembuh total menjadi 405 orang," tutur Whiko.

Untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) mengalami penurunan 16 orang dalam sehari.

"Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 212 Orang dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 1390 orang," ungkap Whiko

Ia menyebutkan penyebab dari melonjaknya angka ini disebabkan masifnya pemeriksaan yang dilakukan pihaknya.

New Normal di Sumut

Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu persetujuan izin dari pemerintah pusat untuk melakukan Kenormalan Baru atau New Normal.

Beberapa hari lalu, pemerintah Sumut telah mengirimkan konsep draf New Normal kepada Kementerian Kesehatan.

Draf tersebut berisikan aturan dan ketentuan hingga sanksi saat menjalankan aktivitas hidup berdampingan dengan pandemi Covid-19.

Dalam draf, 33 kabupaten/kota juga memberikan usulannya masing-masing kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Covid-19 Provinsi Sumatera Utara.

Sebab, masing-masing kabupaten/kota tidak bisa menjalankan kenormalan baru secara serentak, lantaran melihat kondisi daerah masing-masing.

"Nah ini kita belum tahu kapan disetujui, yang penting kita sudah kirim," kata dia, saat berada di Rumah Dinas, Jalan Sudirman, Kota Medan, Selasa (30/6/2020).

Akan tetapi, dirinya berharap pemerintah pusat segera menyetujui usulan menerapkan kenormalan baru di Sumut.

Edy mengatakan, saat ini pastinya pemerintah pusat tengah mempelajari usulan dari konsep tersebut.

Nantinya, setelah selesai dipelajari, pemerintah pusat akan menyampaikan apa saja kekurangan dari usulan yang disampikan oleh pemerintah Sumut.

"Setelah dipelajari, kekurangan dan kelemahan, nantinya akan dibantu oleh pemerintah pusat," jelasnya.

Jelang new normal, nantinya setiap zona atau wilayah akan berbeda dalam menjalankan penerapan.

Untuk zona merah, atau dengan kategori jumlah penularan terbanyak, penerapan new normal akan dilakukan dengan ketat hingga wajib menjalan protokol kesehatan.

"Zona merah, perlakuan untuk menerapkan new normal baru, kita batasi kehidupan sehingga tidak terpapar," ujarnya.

Kemudian, untuk zona kuning dan zona oranye, tentu penerapan juga akan berbeda.

Untuk zona hijau, dirinya meminta kepada pemerintah setempat melakukan pengawasan ketat.

Dalam artian, setiap pengunjung yang datang dapat diawasi, agar tidak terjadinya penularan.

Mantan Pangkostrad ini meminta kepada seluruh masyarakat wajib menerapkan kedisiplinan hidup berdampingan dengan pandemi.

Di mana, menggunakan masker, mencuci tangan hingga menjaga jarak atau physical distancing wajib diterapkan saat berada di luar ruangan.

Langkah ini, kata di dapat memutus rantai penyebaran virus.

"Benar-benar memberlakukan protokol kesehatan secara aktif," ujarnya.

(Can/Tri bun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved