Berkarya di Masa Pandemi, Lily Ayu Rilis Mini Album A Sky Isn't Blue
Cerita dalam lagu-lagu di A Sky Isn't Blue tidak jauh dari lirik dan nuansa lagu yang kita keluarkan nanti.
TRI BUN-MEDAN.com -
Kabar baik tidak berhenti meski isu covid-19 masih terus melanda Medan.
Terbukti dengan banyaknya seniman lokal yang tak menghentikan proses kreatifnya meski berada di masa pandemi.
Satu di antara nya adalah Lily Ayu, band lokal asal Medan yang terbentuk pada September 2017.
Band yang lagu-lagunya didominasi oleh genre british pop ini meluncurkan mini album yang bertajuk A Sky Isn’t Blue.
Mini album ini diluncurkan setelah dua single yang juga terdapat dalam album ini yaitu Pretty Words dan For Sally diluncurkan sebagai single dan sudah bisa dinikmati di berbagai kanal digital.
"Album ini kita buat setelah kita berjalan tiga tahun dan beberapa kali melakukan pergantian formasi. Mini album ini merupakan langkah awal dari kami untuk terus berkarya di blantika musik Indonesia, khususnya di Medan sendiri," ujar Fikar, vocalis sekaligus gitaris Lily Ayu Jumat (26/6/2020).
Setelah beberapa kali mengubah formasi, Lily Ayu mantap menelurkan EP ini dengan formasi Isfan pada vokal dan gitar, Zulfikar pada vokal dan gitar, Ijer di bass dan drum oleh Gane.
Diterangkan Fikar, A Sky Isn’t Blue memiliki konsep seperti melihat langit yang sebenarnya biru walau kenyataan sebenarnya langit begitu gelap tanpa adanya cahaya.
Begitu pula dengan EP yang berisi 5 lagu ini, meski terdengar bernada riang ternyata seluruh lagu yang berada pada EP ini memiliki lirik yang muram dan cukup gelap jika dilihat.
"Banyak pengalaman yang rasanya agak pahit di balik kisah-kisah yang menjadi inspirasi lagu-lagu yang akan dirilis pada EP ini," katanya.
Lily Ayu sendiri memiliki banyak inspirasi dari beberapa band seperti Paws, The Cure, The Strokes, Oasis, Muse dan Dried Cassava.
Yang menarik adalah Lily Ayu juga menghadirkan Reyhan Alqadrie sebagai mantan anggota Lily Ayu untuk berkolaborasi pada lagu berjudul Song for The Sister.
"Lily Ayu sendiri tidak pernah mematok genre tertentu untuk berkarya, namun bukan berarti EP ini sendiri tidak terencana dengan matang. Genre dan aransemen seluruh lagu di dalam mini album ini masih tidak jauh dari garis besar british pop," tambahnya.
Dalam rilisan fisik yang dikeluarkan pada 26 Juni 2020, Fikar mengatakan setiap lagu dalam mini album akan dituliskan kisahnya masing-masing.
"Cerita dalam lagu-lagu di A Sky Isn't Blue tidak jauh dari lirik dan nuansa lagu yang kita keluarkan nanti. Untuk cerita setiap lagu akan kita tuliskan di rilisan fisik kita yang akan ikut dirilis akhir Juni nanti," ujarnya.
Lily Ayu juga bereksperimen dalam aransemen yang sedikit berbeda.
Dalam lagu yang berjudul Ode to The Light terang Fikar mereka memainkan musik yang sedikit muram.
"Yang menarik dari mini album kita ini ada di single kita yang berjudulnya "Ode to the light", disitu mungkin agak sedikit berbeda. Bila biasanya musik kita terdengar ceria, kali ini musik di lagu tersebut agak muram dan kelam," katanya.
A Sky Isn’t Blue dirilis hari ini dan dapat didengarkan di beragam kanal digital.
Fikar dan ketiga rekannya berharap mini album mereka dapat diterima masyarakat.
Serta lagu-lagu nya dapat dinikmati dan pesan di balik lagu-lagunya dapat tersampaikan.
"Semoga Mini album yang sudah kita rilis ini bisa diterima di masyarakat dan masyarakat bisa menyukai lagu-lagu di dalamnya," pungkasnya.
(cr14/tri bun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/lily-ayu-band-lokal-asal-medan.jpg)