PT LIB Dipimpin Dirut Baru, PSMS Siap Kembali Tagih Piutang Subsidi Musim 2018
Julius Raja mengatakan sampai saat ini PT LIB sebagai operator kompetisi Liga sepakbola di Indonesia masih memiliki piutang pada klub berjuluk Ayam Ki
Penulis: Chandra Simarmata | Editor: Juang Naibaho
Laporan Wartawan Tribun Medan, Chandra Simarmata
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Gonta-ganti posisi Direktur Utama (Dirut) di tubuh PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) yang terjadi beberapa kali sejak akhir musim kompetisi tahun 2018 lalu, membuat pelunasan piutang subsidi PSMS Medan dari PT LIB hingga saat ini masih tersendat.
Sekretaris Umum (Sekum) PSMS, Julius Raja mengatakan sampai saat ini PT LIB sebagai operator kompetisi Liga sepakbola di Indonesia masih memiliki utang pada klub berjuluk Ayam Kinantan ini.
Utang senilai hampir Rp 900 juta tersebut merupakan utang PT LIB dari subsidi saat PSMS masih berlaga di Liga pada musim 2018 lalu serta kompetisi elite pro academy U-16.
"Kalau PSMS hampir Rp 900 juta yang musim 2018-2019 dari sebelumnya Rp 2,3 miliar," ujarnya, Senin (15/6/2020).
Pria yang akrab disapa King ini mengatakan, sebagai Dirut baru, Akhmad Hadian Lukita harus segera mempelajari situasi di internal tubuh PT LIB.
Artinya sebagai dirut, dia harus mengetahui situasi klub liga 1 dan liga 2, contohnya terkait siapa yang mempunyai utang atau piutang, bagaimana sejarahnya, haruslah mengetahui hal itu.
Sehingga klub mana yang harus didahulukan permasalahannya dan mana yang harus ditunda bisa segera diadakan komunikasi.
"Siapa-siapa dari kontestan liga yang mempunyai piutang yang jadi kewajiban PT LIB membayarnya. Walaupun itu pertinggalan zaman pengurus lama, ya tetap dibayar. Jangan nanti pas bertanya sama dia, dibilang pula tidak tahu. Jadi harus tahu bagaimana persoalannya supaya tahu mencari jalan keluarnya," terangnya.
Lebih lanjut sebagai langkah pro aktif, Julius mengatakan manajemen juga berencana akan kembali menyurati PT LIB terkait masalah utang tersebut.
Menurutnya, utang tersebut merupakan kewajiban PT LIB yang harus dilunasi.
Apalagi saat kompetisi 2018 tersebut, manajemen PSMS juga menggunakan dana pihak ketiga sebagai dana awal.
Namun sebagai pihak klub, Manajemen PSMS tetap mengharapkan kepada Dirut PT LIB yang baru, setelah duduk sebagai direktur utama bisa turut aktif menjemput bola.
"Dirut yang baru juga akan kami surati kembali terkait utang ini. Terakhir kemarin sempat surati pak Sudjarno sewaktu Plt Dirut LIB. Harapan kami agar bagaimana komunikasi antara klub dengan LIB yang punya madalah soal piutang ini supaya diundang dan diperjelas, agar kami juga punya pegangan," pungkasnya.
(Can/Tri bun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/manajer-psms-mulyadi-simatupang-kanan-dengan-sekum-psms-julius-raja.jpg)