Pemko Medan Akui Belum Punya Formula New Normal Pendidikan
Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan Akhyar Nasution mengatakan pihaknya belum memiliki formula yang tepat untuk membuka kembali sekolah
TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan Akhyar Nasution mengatakan pihaknya belum memiliki formula yang tepat untuk membuka kembali sekolah di tengah Pandemi Covid-19 yang terus meningkat di Medan.
Di sisi lain, ia mengatakan cukup sulit apabila murid terus-terusan tidak sekolah.
Untuk itu, ia pun meminta masukan dari akademisi bagaimana agar proses belajar ke sekolah dapat berjalan namun tidak membahayakan keselamatan murid maupun tenaga pengajar.
"Kami ingin mendapatkan masukan terkait pengaktifan pendidikan kembali. Sebab, Pemko Medan sampai saat ini belum memiliki formula yang tepat untuk pendidikan. Apalagi Pemko Medan menaungi pendidikan mulai tingkat PAUD, TK, SD dan SMP," katanya saat bersilaturahmi dengan jajaran rektorat Universitas Sumatera Utara (USU), Senin (15/6/2020).
“Tidak mungkin anak-anak dibiarkan lama-lama tidak kembali aktif belajar. Untuk itu tentunya diperlukan formula yang tetap, sehingga pengaktifan belajar kembali tidak berdampak negatif dengan anak-anak didik,” imbuhnya.
• Melonjak Lagi 60 Kasus Baru Positif Covid-19 di Sumut, Total Sudah 932 Orang, Pasien Sembuh 215
• Angka Covid-19 Semakin Tinggi, Plt Wali Kota Medan Minta OPD Ajak Warga Lakukan Rapid Test
• UPDATE Dua ASN Asahan Mesum hingga Pingsan di Mobil, Sudah Jalani Pemeriksaan di Inspektorat
Akhyar Nasution mengatakan, masukan yang diterima akan dijadikan Pemko Medan sebagai dasar untuk mengambil langkah maupun kebijakan untuk menghadapi pandemi Covid-19, termasuk persiapan menghadapi new normal di Kota Medan.
"Kami ingin minta masukan dari pihak kampus USU yang kami anggap sebagai orang tua. Masukan ini nantinya akan kami jadikan sebagai dasar untuk membuat langkah dan kebijakan untuk menghadapi pandemi Covid-19. Apalagi jumlah warga yang positif Covid-19 dalam bulan ini sangat tinggi. Di samping itu juga sebagai persiapan untuk menghadapi new normal," kata Akhyar.
Diungkapkannya, peningkatan terjadi tidak terlepas dari kultur masyarakat yang kurang peduli dan menganggap biasa pandemi Covid-19.
Oleh karenanya dalam kunjungan tersebut, Akhyar tidak hanya ingin masukan yang sifatnya knowledge, tetapi juga masukan bagaimana caranya membangun kultur masyarakat sehingga timbul gerakan bersama untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 di tengah-tengah masyarakat.
Selain USU, Akhyar mengatakan, silaturahmi juga dilakukan ke sejumlah universitas lainnya yang ada di Kota Medan.
"Kami lakukan ini agar tidak salah dalam mengambil langkah maupun kebijakan dalam menghadapi pandemi Covid-19 nantinya termasuk persiapan menghadapi new normal," katanya.
• Draf New Normal di Sumut Sudah Rampung, Gubernur Edy Rahmayadi Harap Diterapkan Mulai Juli
• Kabar Bahagia Artis Asmirandah Hamil Setelah 7 Tahun Nikah dengan Jonas Rivanno Wattimena
Kadis kesehatan Kota Medan Edwin Effendi menambahkan, dalam dua minggu terakhir peningkatan warga positif Covid-19 cukup tinggi.
Ia menilai, kondsisi itu terjadi akibat kultur budaya dimana masyarakat menganggap pandemi Covid-19 merupakan hal biasa sehingga perlu terus dilakukan sosialisasi dan edukasi.
"Malah tidak sedikit petugas kita mulai dari dokter, perawat hingga kepala puskesmas terpapar Covid-19.
Biasanya jumlah yang positif Covid-19 di bawah 10, tapi untuk hari ini peningkatannya hampir 50 orang.
Jadi sangat diperlukan bagaimana upaya untuk membangun kesadaran masyarakat untuk melakukan pencegahan agar tidak tertular Covid-19," ujarnya.
(cr21/tri bun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pemko-medan-silaturahmi-rektorat-usu.jpg)