Breaking News

Gara-gara Pembagian Dana Bansos, Warga Protes Ramai-ramai Datangi Kantor Dinas Sosial Deliserdang

Kami orang susah Bu, kecewa kami. Satu pun sampai sekarang enggak ada kami dapat bantuan. Pak Jokowi bantu kami

Tayang:
Penulis: Indra Gunawan | Editor: Salomo Tarigan
TRI BUN MEDAN/Indra Gunawan
Warga mendengarkan penjelasan pejabat Dinas Sosial ketika mendatangi kantor Dinas Sosial Deliserdang, Selasa, (2/6/2020) 

TRI BUN-MEDAN.com- Kantor Dinas Sosial Kabupaten Deliserdang yang berada di Komplek Perkantoran Bupati Deliserdang digeruduk ramai-ramai oleh masyarakat Selasa, (2/6/2020).

Warga, selain datang dari Kecamatan Lubukpakam, puluhan juga dari Kecamatan Tanjung Morawa dan Percut Seituan.

Mereka berasal dari beberapa desa yang berbeda-beda.

Selain dari Desa Pagar Merbau III, juga ada yang masyarakat dari Desa Perdaeman, Bangun Sari hingga Desa Amplas. Karena berasal dari desa yang berbeda-beda mereka pun tidak saling mengenal.

Mereka datang ke kantor Dinas Sosial tanpa dikomandoi dan hanya bertemu secara kebetulan.

Persoalan yang mereka masalahkan pun sama intinya.

Selain menilai pembagian bantuan covid-19 tidak adil mereka juga kecewa dengan kinerja masing-masing Pemerintah Desanya.

Banyak hal yang saat itu disampaikan warga kepada pejabat di Dinas Sosial.

Selain menyampaikan duduk persoalan dengan tegas sebagian di antara mereka juga ada yang menangis.

Hal ini lantaran sudah capek mereka menunggu-nunggu bantuan dari pemerintah.

Meski ada yang sudah ada mendapat bantuan namun ada juga yang sampai sekarang belum juga ada mendapat satupun bantuan.

"Kami orang susah Bu, kecewa kami. Satu pun sampai sekarang enggak ada kami dapat bantuan. Pak Jokowi bantu kami,"ucap seorang wanita sambil menangis.

Banyak hal yang disampaikan warga saat itu.

Saking banyaknya masalah dan berbeda-beda pejabat di Dinas Sosial pun tampak kebingungan mendengarkan celotehan dan tuntutan masing-masing orang.

Banyak masyarakat yang saat itu tidak bisa membeda-bedakan nama bantuan dari Pemerintah.

Saat itu warga banyak yang mengaku kecewa mengapa bantuan Rp 600 ribu yang dijanjikan tidak bisa mereka dapatkan sampai detik ini.

" Memang aku sudah dikasih beras dan telur tapi yang Rp 600 ribu enggak adanya kami dapat sampai saat ini. Kadus sudah datang minta tandatangan dan kuteken pakai materai tapi sampai sekarang enggak ada. Asal ditanya kapannya dapat bantuan itu katanya nanti-nanti, itu saja jawabannya,"kata Rendiana Br Sinaga warga Desa Perdamean.

Kabid Pemberdayaan Sosial, Parlagutan Nasution dan Kasi Parkir Miskin, Nani sempat kelimpungan menjawab satu persatu masalah yang disampaikan oleh warga.

Keduanya sempat memberikan penjelasan bahwa bantuan yang ada kaitannya dengan mereka adalah hanya Bantuan Sosial Tunai dari Kementerian Sosial.

Sementara untuk yang Bantuan Langsung Tunai (BLT) tidak ada kaitannya sama mereka.

" Kalau BST itu datanya dari Kementerian Sosial. Di Deliserdang itu kuotanya ada 41 ribuan dan itu untuk 22 Kecamatan. Datanya sudah kami sampaikan ke Kecamatan masing-masing, siapa saja orang yang dapat bisa diketahui itu,"kata Nani.

Karena banyak yang mengomentari ucapan Nani dan Parlagutan saat itu suasana pun menjadi riak.

Tidak lama kemudian beberapa perwakilan warga pun sempat diterima di dalam ruangan.

Warga baru bubar dari kantor Dinas setelah ada kesepakatan masing-masing warga yang datang didata namanya agar kedepan ditanyakan oleh Dinas Sosial ke Kecamatan masing-masing mengapa mereka tidak mendapatkan bantuan.

Tampak kalau warga datang ke kantor dinas dengan berbagai kendaraan mulai dari sepeda motor, becak hingga angkot.

(dra/tri bun-medan.com).

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved