Update Covid19 Sumut 1 Juni 2020

BREAKING NEWS: Hasil Swab Anggota DPRD Deliserdang, Penjelasan Kepala Dinas Kesehatan dr Ade Budi

Bisa dikatakan sembuh apabila memang sudah dilakukan pemeriksaan selama dua kali berturut-turut dengan hasil negatif

Penulis: Indra Gunawan | Editor: Salomo Tarigan
DOk/TRI BUN MEDAN/INDRA
Kantor DPRD Deliserdang 

TRI BUN-MEDAN.com- Hingga saat ini, kasus kesembuhan pasien Covid-19 di Kabupaten Deliserdang terus mengalami peningkatan.

Hingga penutup bulan Mei, Tim gugus tugas penanganan dan pencegahan Covid-19 Pemkab Deliserdang mencatat sudah ada 9 orang yang dinyatakan sembuh.

Pembagian Bansos Covid-19 Tahap II di Kota Medan, Akhyar: Jangan Ada Tumpang Tindih Bantuan

Meski demikian masyarakat tetap dipinta untuk mengikuti dan menjalankan protokol kesehatan karena kasus kematian juga angkanya meningkat yakni 10 orang hingga tanggal 31 Mei 2020.

Kadis Kesehatan Deliserdang, dr Ade Budi Krista menjelaskan angka kesembuhan pasien covid-19 di dunia sebenarnya juga cukup tinggi. Termasuk di Indonesia khususnya Kabupaten Deliserdang angkanya juga disebut cukup banyak.

Semakin baik daya tahan tubuh seseorang maka akan semakin besar kemungkinan untuk mendapat kesembuhan.

" Bisa dikatakan sembuh apabila memang sudah dilakukan pemeriksaan selama dua kali berturut-turut dengan hasil negatif. Nanti kita pun akan mengeluarkan surat bahwasanya yang bersangkutan sudah negatif. Jadi bisa untuk pegangan yang bersangkutan juga apabila ada masyarakat yang bertanya,"kata dr Ade Budi Krista Senin, (1/6/2020).

Sebelumnya sempat beredar di media sosial atas hasil pemeriksaan swab negatif anggota DPRD Deliserdang yang awalnya dinyatakan positif covid.

Hasil swab negatif itu dikeluarkan oleh Rumah Sakit Murni Teguh Medan.

Terkait hal ini dr Ade pun menyebut tidak ada yang aneh dari hasil pemeriksaan swab tersebut.

" Kalau dia sudah positif memang dia harus dites berulang-ulang. Enggak ada yang salah, cuma dia bisa dinyatakan sembuh kalau sudah dinyatakan dua kali berturut-turut seperti yang saya bilang tadi. Itu baru sekali dan saya sudah tau ada hasil swab negative untuknya,"ujar dr Ade.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Deliserdang ini menyebut anggota DPRD yang positif sudah melakukan pemeriksaan swab kembali.

Hanya saja untuk yang terakhir belum ada hasil yang didapatkan.

Dalam hal ini anggota DPRD tersebut pun disebut masih terus berkordinasi dengan dirinya.

"Katanya dia sudah ambil swab lagi cuma hasilnya belum keluar. Dia ini isolasi mandiri di rumah tapi tidak bersama keluarganya. Dia sendiri di rumah yang dimilikinya. Secara SOP (Standart Operasional Prosedur) ya boleh isolasi mandiri kalau dia tanpa gejala. Kalau yang di rumah sakit itukan yang ada gejala berat dan sedang kalau tidak ada gejala ya boleh di rumah tapi harus komit kalau tidak dia bisa membahayakan orang lain ataupun keluarganya,"sebut dr Ade.

Pada saat hasil swab pertama keluar dan anggota DPRD tersebut dinyatakan positif Covid-19, lanjut dr Ade pihaknya lebih dulu menawarkan agar yang bersangkutan bisa dibawa ke rumah sakit.

Saat itu katanya yang bersangkutan sempat bertanya apakah boleh tidak ke rumah sakit karena merasa tidak ada gejala.

Karena memang diperbolehkan selanjutnya anggota dewan tersebut pun melakukan isolasi mandiri sesuai protokol kesehatan.

" Dia melakukan pemeriksaan swab di Murni Teguh dengan biaya sendiri tidak dari Pemerintah. Kalau dari pemerintah kan ada jadwalnya (kapan keluar hasil swab) kalau yang bayar sendiri itu bisa dua hari keluar hasilnya. Intinya kalau dua kali berturut-turut diambil dalam waktu berurutan dan hasilnya tetap negative ya berarti sembuh. Kalau positif maka dia belum sembuh nanti baru dia diperiksa lagi, dua kali negative baru bisa sembuh lah,"katanya.

Ia menerangkan virus Covid-19 ini tergantung daya tahan tubuh.

Disebut kalau tubuh kita Itu membentuk sistem kekebalan imunitas sendiri terhadap virus itu.

Jika tubuh kita itu sehat tidak punya penyakit, tidak punya gangguan-gangguan lain pada bagian organ, dan darah juga semua bagus maka besar peluang sembuh.

Pembagian Bansos Covid-19 Tahap II di Kota Medan, Akhyar: Jangan Ada Tumpang Tindih Bantuan

Disebut dia akan membentuk sendiri kekebalan itu.

" Masalahnya inikan (virus covid-19) sangat menular. Kalau dia menular kepada orang yang tidak sehat itu yang bisa menyebabkan bisa lebih fatal. Makanya di seluruh dunia angka kesembuhan tinggi termasuk dikita cuma masalahnya sangat menular dan masalahnya kita gak tau terkadang terlihat sehat rupanya membawa virus kalau dia dekat yang punya penyakit itu yang berbahaya.

Tanpa gejala bahaya kalau dia menyebarnya sangat masif dalam waktu bersamaan kan sistem kesehatan tidak mampu menampung itu yang kita takut.

Ribuan ODP Warga Binjai Dinyatakan Sehat, Binjai 0 Meninggal Kasus Covid-19

Bisa-bisa tempat tidur dan fasilitas tidak ada. Saran kita ya jaga kesehatan perbanyak konsumsi buah atau sayuran,"katanya.

(dra)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved