Tim Pemantau Harga Pasar Sumut Sebut Daya Beli Masyarakat Setelah Lebaran Berpeluang Melemah

Kondisi harga sejumlah bahan pokok saat Lebaran tahun ini sangat berbeda dengan Lebaran tahun sebelumnya.

HO
Benjamin Gunawan 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Kondisi harga sejumlah bahan pokok saat Lebaran tahun ini sangat berbeda dengan Lebaran tahun sebelumnya.

Jika biasanya harga sejumlah kebutuhan masyarakat cenderung mengalami kenaikan, namun tahun ini malah cenderung mengalami penurunan.

Ketua Tim Pemantau Harga Pasar Sumut Benjamin Gunawan mengatakan pada Lebaran tahun sebelumnya harga sejumlah kebutuhan masyarakat cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan harga sebelum Lebaran.

"Tetapi Lebaran tahun ini kondisinya jauh berbeda. Sehari sebelum Lebaran, harga sejumlah kebutuhan pokok masyarakat yang dihasilkan petani lokal seperti cabai mengalami penurunan di tingkat distributor," katanya, Senin (25/5/2020).

Ia mengatakan penurunan harga ini memang belum merata. Hal ini hanya terjadi di beberapa pasar seperti Pasar Raya MMTC maupun Lau Cih. Itupun sebagian besar masih di tingkat distributor, belum di pedagang pengecernya.

"Harga cabai menjelang lebaran sempat berada di kisaran Rp 20 ribu hingga Rp 30 ribu per kilogram. Namun lebaran hari pertama harga cabai anjlok di kisaran Rp 10 ribuan per kilogramnya di tingkat pedagang pengecer," katanya.

Ia mengatakan kinerja harga cabai ini masih terjadi hingga Lebaran hari kedua, Senin (25/5/2020). Kondisi ini kata Gunawan jelas berbeda jika dibandingkan dengan Idul Fitri tahun lalu.

Tahun lalu harga cabai sebelum lebaran sempat berada di kisaran Rp 80 ribuan per kilogramnya. Malah saat Lebaran harga cabai malah naik di kisaran Rp 120 ribuan per kg.

"Saya menilai harga cabai yang sangat buruk ini kemungkinan besar dipicu oleh stok yang melimpah. Selain itu libur lebaran yang relatif lebih pendek hingga daya beli masyarakat yang bermasalah," katanya.

Menurutnya penurunan harga akan membuat konsumen senang, tetapi jelas akan merugikan petani.

"Level harga Rp 10 ribu di tingkat pedagang pengecer itu, jelas akan membuat petani rugi besar. Karena harganya bisa saja hanya mencapai Rp 3 ribu hingga Rp 5 ribuan per kilogramnya," katanya.

Ia mengatakan saat Lebaran usai nanti atau mulai Rabu (27/5/2020), sejumlah harga kebutuhan pokok berpeluang berpotensi mengalami pelemahan. Khususnya bagi sejumlah kebutuhan bahan pokok yang dihasilkan oleh petani, seperti cabai, sayur-sayuran maupun bumbu masakan lainnya.

"Kalau untuk bawang merah dan bawang putih, saya pikir harganya akan stabil dengan kecenderungan turun. Untuk daging ayam, telur ayam, daging sapi berpeluang mengalami penurunan. Untuk gula putih dan minyak goreng saya pikir masih akan bertahan di angka yang sama," jelasnya.

Menurutnya sebelum Lebaran ada THR atau Tunjangan Hari Raya dan bantuan sosial yang mampu mendongkrak belanja. Namun setelah Lebaran, bantuan sosial menjadi tumpuan daya beli selanjutnya.

"Sementara pendapatan masyarakat pada umumnya diperkirakan mengalami tekanan. Jadi tantangan ekonomi setelah lebaran ini besar. Sementara kondisi lapangan tenaga kerja belum akan pulih. Jumlah angka pengangguran berpeluang meningkat setelah Lebaran ini," katanya.

Ia mengatakan aktifitas ekonomi belum sepenuhnya akan kembali normal. Meski pemerintah memang menjanjikan kondisi new normal, tetapi menurut Gunawan kondisi ekonomi selama pandemik ini bukan perkara mudah untuk di putar balikan, ada banyak tantangan yang diakibatkan corona.

"Pertama, jumlah TKI yang kembali ke tanah air itu angkanya besar dan belum tentu apakah akan kembali bekerja lagi di negara asal kerjanya.

Kedua, tren penambahan jumlah kasus positif corona di Indonesia itu naik. Ini juga akan mempengaruhi pengambil kebijakan baik pemerintah maupun swasta.

Ketiga, kondisi ekonomi global juga tengah terancam corona dan perang dingin hingga kemungkinan konfrontasi senjata atau perang dunia," ungkapnya

"New Normal memang akan menjadi bumper dari kemungkinan kondisi ekonomi yang kian terpuruk. Selain itu bantuan sosial masih menjadi salah satu usaha yang diharapkan tetap dilakukan pemerintah hingga kondisi nantinya benar-benar bebas dari corona," pungkas Gunawan.

(sep/tri bun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved