APBD Medan Menurun 40 Persen, Banyak Rencana Program Pembangunan Dibatalkan

Akibat pengurangan ini Pemko Medan terpaksa membatalkan sejumlah program pembangunan yang sudah direncanakan.

DOK. Humas Pemkot Medan
PLT Wali Kota Nasution sat memimpin pelepasan Tim Penertiban dan Sosialisasi Penggunaan Masker di eks SPBU Petronas Jalan Ring Road Medan, Sabtu (10/4) siang. 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan Akhyar Nasution mengatakan pandemi Corona Virus Disease 19 (Covid-19) berdampak pada berkurangnya APBD Kota Medan Tahun Anggaran 2020 hingga 40 persen.

Ia menjelaskan bahwa pengurangan tersebut, terkait dana yang bersumber dari pemerintah pusat seperti Dana Alokasi Umum (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU), transfer daerah maupun dana bagi hasil dari Pemerintah Provinsi Sumut serta Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga ikut berkurang.

Ia mengatakan, akibat pengurangan ini Pemko Medan terpaksa membatalkan sejumlah program pembangunan yang sudah direncanakan.

Bukan hanya kota Medan, katanya hal serupa pun terjadi di kota lainnya, sehingga pemerintah daerah tarus tanggap menangani penyebaran virus.

"Di samping itu, mata anggaran yang ada dalam APBD juga dialihkan untuk penanganan Covid-19. Kondisi ini tidak hanya terjadi dengan Kota Medan saja, tetapi juga seluruh daerah di Indonesia. Artinya, semua APBD di daerah mengalami koreksi yang luar biasa. Kondisi itu menyebabkan banyak program pembangunan yang sudah kita persiapkan terpaksa dibatalkan," katanya.

Saat ini kata Akhyar, seluruh daerah di Indonesia termasuk kota Medan fokus menangani Covid-19, ditambah lagi surat keputusan bersama atau SKB Mendagri dengan Menteri Keuangan, dimana salah satu poin di program pembangunan minimal 50 persen dipotong sehingga ada poin-poinnya yang harus dibatalkan.

"Dengan demikian program kerja di atas 50 persen terkoreksi jika APBD kita 40 persen berkurang," katanya.

APBD akan terkoreksi lebih kurang sebesar 40 persen katanya untuk penanganan pandemi Covid-19.

Selain adanya pengurangan sumber pendapatan, diantaranya PAD, juga karena ada mata anggaran harus direalokasi untuk penanganan pandemi ini.

Akhyar Sebut Kota Medan Belum Mengajukan PSBB, Ternyata Ini Alasannya

Koreksi ini, lanjut Akhyar terpaksa berimbas pada banyaknya rencana program dan pekerjaan di Pemko Medan akhirnya terpaksa dibatalkan

“Banyak mata anggaran di cancel akhirnya. Jadi pekerjaan yang ada pun pekerjaan rutin, perawatan, supaya tidak semakin rusak,” ujarnya.

Jika dilihat ke belakang, Pemko Medan sempat menyuarakan sejumlah program pembangunan yang akan mulai dikerjakan bulan April, seperti revitalisasi Lapangan Merdeka, perbaikan Sky Bridge Stasiun Kereta Api, pembenahan Warenhuise, penataan kawasan kesawan, perbaikan jembatan di beberapa kecamatan, hingga program yang paling ditunggu warga Medan yakni transportasi massal layanan Skema Buy The Service (BTS), serta beberapa program lainnya.

Akhyar berharap warga Medan tetap menjalankan semua imbauan terkait pencegahan Pandemi, sehingga angka Positif Covid-19 di Medan dapat berkurang.

“Kita berdoa pandemi Covid-19 secepatnya selesai, supaya ekonomi normal kembali dan pembangunan dapat berjalan. Pandemi Covid-19 ini berimbas di seluruh dunia yang menyebabkan pengangguran dan kemiskinan meningkat," ujar Akhyar.

Saat diminta keterangan apakah sejumlah program tersebut yang harusnya sudah berjalan bulan iniakan dibatalkan karena pandemi, K

epala Dinas Perumahan, Kawasan Perkim, dan Penataan Ruang (PKPPR) Kota Medan, Benny Iskandar mengatakan kemungkinan hal tersebut bisa terjadi.

"Kemungkinan iya, namun kepastian mana saja (yang ditunda), nanti hari Selasa. Bahkan kami (Dinas PKPPR) diminta mengurangi 60 persen," katanya.(cr21/tri bun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved