Terkini Virus Corona di Sumut
Jumlah Pasien Positif Corona 26 Orang di Sumut, 12 PDP Covid-19 Dirawat di Rumah Sakit GL Tobing
Saat ini ada 12 pasien dalam pengawasan atau PDP yang dirawat di Rumah Sakit GL Tobing, Tanjungmorawa,
Penulis: Satia | Editor: Salomo Tarigan
TRI BUN MEDAN.COM, MEDAN-
Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) di Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Aris Yudhariansyah menyampaikan, saat ini ada 12 pasien dalam pengawasan atau PDP yang dirawat di Rumah Sakit GL Tobing, Tanjungmorawa, Rabu (1/4/2020).
"Saat ini ada 12 pasien PDP yang sudah dirawat di RS GL Tobing," kata dia.
Ia mengatakan, ke 12 pasien ini telah terkonfirmasi tertular virus Corona.
Hingga kini, petugas medis masih terus melakukan pemeriksaan secara intensif untuk dapat menyembuhkan pasien-pasien tersebut.
Diketahui, RS GL Tobing saat ini sudah dilengkapi fasilitas ruangan isolasi bertekanan negatif.
Artinya, ruangan ini sudah dipersiapkan untuk menampung pasien dalam pemantauan dengan kondisi keadaan tidak darurat.
Sejauh ini, ada penambahan enam orang pasien yang telah terkonfirmasi positif virus Covid-19, setelah menjalani pemeriksaan secara cepat atau rapid tes.
• Kepsek Terkejut Siswi SMK Digilir 7 Siswa di Rumah Kosong, Polisi Ciduk 7 Orang dan 1 Satpam Sekolah
"Pasien positif 26 orang. Ada penambahan menjadi 6 orang.
Lima orang dinyatakan positif dari pemeriksaan cepat," kata dia melalui siaran langsung dari akun YouTube Humas Pemprov Sumut, Selasa (31/3/2020) petang.
Kemudian, Aris mengatakan, untuk pasien dalam pemantauan atau PDP mengalami penurunan sekitar 8,5 persen.
Sedangkan orang dalam pemantauan atau ODP mengalami peningkatan sekitar 0.8 persen.
"PDP 70 orang. ODP 2.934 orang. Bahwa data ODP melaporkan mengalami 0.8 persen. Positif sekitar 23 persen.
PDP mengalami penurunan 8,5 persen," ucapnya
Kejadian Luar Biasa (KLB)
Kepala Dinas Kesehatan kota Medan, Edwin Effendi menyebut wabah virus Corona atau Covid-19 sebagai kejadian luar biasa (KLB).
Hal tersebut dikarenakan terjadinya peningkatan kasus yang cepat dalam waktu yang cukup singkat.
Hal tersebut dikatakannya dalam Live Pressconference penanganan Covid-19 Kota Medan di Kantor Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30, Medan Polonia, Selasa (31/3/2020).
Ia mengatakan penularan yang signifikan tersebut terjadi karena beberapa hal, seperti keterbatasan sarana dan prasarana kesehatan, hingga interaksi antarindividu yang sulit dipisahkan.
"Sampai hari ini, Selasa 31 Maret 2020 kejadian kasus covid-19 meningkat cepat. Kalau untuk masalah kesehatan ini sudah termasuk kejadian luar biasa. Kemudian angka kematian yang cukup tinggi, dari yang positif Covid-19, pasien dalam pengawasan (PDP) dan kapabilitas penduduk yang masih banyak di luar sangat berisiko untuk penularan," katanya.
Ia mengatakan hingga saat ini kasus Covid-19 di Medan tercatat Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 495, Pasien Dalam Pemantauan (PDP) sebanyak 58 orang, positif Covid-19 sebanyak 5 orang, meninggal positif Covid-19 sebanyak 1, dan PDP meninggal 3 orang.
Ia menjelaskan, hingga saat ini Pemko Medan melalui dinas kesehatan tetap melaksanakan hal pokok untuk memutus mata rantai penyebaran virus.
Selain pelayanan, Dinkes juga melakukan pendampingan edukasi mulai dari tingkat Puskesmas hingga seluruh rumah sakit di Medan baik pemerintah maupun swasta.
"Kita upayakan tetap melakukan pelayanan semaksimal mungkin.
Kita juga melakukan pendampingan di lapangan baik itu temuan ODP dan kita melibatkan semua jajaran mulai dari puskesmas untuk melakukan observasi, dan pendampingan edukasi keluarga yang bersangkutan, sehingga keluarga bisa lebih tenang.
Begitu juga dengan masyarakat sekitar yang perlu kita lakukan observasi dan pendampingan," katanya.
Selain itu, Edwin mengatakan saat ini banyak kelompok relawan baik dari mahasiswa maupun lembaga kemasyarakatan membantu Pemko untuk pendampingan dan edukasi kepada masyarakat.
Saat ini Pemko juga sudah melakukan penyemprotan disinfektan hampir keseluruhan wilayah Kota Medan. Kegiatan tersebut bekerjasama dengan seluruh mitra kerja Gugus Tugas Kota Medan, yang melibatkan TNI-Polri hingga masyarakat dan pihak swasta.
"Terjadinya percepatan penularan kasus ini, kita harapkan pemakluman dan pengertian dari masyarakat agar tetap di rumah. Ini merupakan imbauan yang paling penting, selain itu terapkan social distancing atau hubungan dengan jaga jarak. Dan, paling penting adalah cuci tangan," katanya.
2 PDP Covid-19 Meninggal
Dua hari berturut Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona atau COVID 19 meninggal dunia di Medan.
Setelah pasien berinisial SA yang meninggal dunia di RS Madani Medan, Senin (30/3/2020).
Satu lagi PDP meninggal di RS Bunda Thamrin, Selasa (31/3/2020).
Almarhum meninggal dunia setelah 4 hari dirawat di RS Bunda Thamrin.
Hal ini dibenarkan oleh Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pemprov Sumut, Aris Yudhariansyah.
"Iya benar ada meninggal pasien PDP di RS Bunda Thamrin Medan, Meninggal sekitar jam 9 pagi hari ini," tutur Aris Yudhariansyah kepada Tri bun Medan.
Ia menyebutkan bahwa pasien tersebut telah menjalani rapid test dan hasil positif.
"Hasil rapid testnya positif itu semalam kita lakukan. Namun, hasil laboratorium dari Jakarta belum keluar," tutur Aris.
Lebih lanjut, Aris menyebutkan bahwa pihaknya segera melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) kepada rekan-rekannya di BNNP Sumut.
Pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Sumut ini menyebutkan kondisi terakhir pasien cukup berat dan telah 4 hari dirawat.
"Kondisinya demam, sesak nafas dan penurunan kesadaran. Sudah empat hari masuk dan dirawat di rumah sakit," bebernya.
Ia menjelaskan bahwa kemungkinan besar pasien terkena di Medan karena tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar kota atau luar negeri.
"Kalau berdasarkan penyelidikan sementara dia tidak ada pergi kemana-mana. Artinya ada kemungkinan terkena di Medan," pungkasnya.
Informasi yang dihimpun oleh Tribun Medan dari berbagai sumber, pasien tersebut bekerja di Badan Nasional Narkotika (BNN) Provinsi Sumatera Utara.
Sang pasien juga dikabarkan merupakan warga Kabupaten Deliserdang dan tinggal di Kecamatan Pancur Batu.
Pasien PDP meninggal dunia di RS Madani
Pada hari sebelumnya, Senin (30/3/2020), PDP Covid 19 berinisal SA meninggal dunia di RS Madani Medan, Senin (30/3/2020).
Almarhum adalah politisi PAN.
Anggota DPRD Medan Edi Saputra turut menyambangi rumah duka Jalan Air Bersih.
Di sana, Edi Saputra cekcok dengan polisi dari Polsek Medan Area.
Edi Saputra terlihat emosi karena pihak kepolisian dari Polsek Medan Area meminta agar jenazah langsung dimakamkan tanpa disemayamkan di rumah duka.
"Cara abang itu salah, nanti abang kutuntut," ucap Edi Saputra sambil menunjuk anggota kepolisian.
TONTON VIDEO:
Dalam video tersebut Edi Saputra berkali-kali memperkenalkan dirinya kalau dia adalah anggota DPRD Medan.
Bahkan seorang pria berbaju ASN Pemko Medan diancamnya, dan mengatakan akan dipanggilnya ke RDP DPRD Kota Medan, karena tidak mendukungnya.
Karena pihak kepolisian yang bertugas menyampaikan bahwa mereka akan tetap melakukan tugasnya, Edi Saputra pun tetap bersikeras menentang.
"Kami panggil kalian nanti, berlebihan kalian itu, jangan begitu, aku aja gak takut mati, kenapa kalo mati, matinya itu. Tembak aja kami biar mati. Siapa bilang positif (corona), kalian aja polisi," teriaknya.
Ia pun menuturkan bahwa dia tidak takut mati dan menyatakan bahwa negara ini sudah tidak betul lagi, lantaran hendak melakukan pemakaman sesuai SOP PDP Covid-19 pada pasien tersebut.
Bahkan dia menantang supaya polisi memberinya Virus Corona, untuk dia telan, sebagai bukti bahwa dia tidak takut sama virus corona dan kematian.
"Sini virus coronanya, biar saya telan," ujarnya dalam video tersebut.
(Wen/cr21/vic/Tribun-Medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/aris-yudhariansyah-3.jpg)