Ogah Pulang & Lebih Percaya Indonesia, Warga Amerika Tolak Perintah Trump: Jokowi Bukan Orang Tolol

Akibat kejadian ini, muncul ketidakpuasan masyarakat atas kinerja Presiden Donald Trump dan membandingkannya dengan Jokowi.

Tayang:
Kolase Twitter/Tribunnews
Cuitan James Guild/Trump dan Jokowi 

Sejumlah rumah sakit di Indonesia kekurangan sumber daya. Seorang WN asal Amerika Serikat justru tidak mau pulang ke negara asalnya. Padahal, sudah ada imbauan dari negeri Paman Sam.

Warga kemudian membanding-bandingkannya dengan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Warga lebih percaya ke orang nomor satu di Indonesia daripada Donald Trump.

TRI BUN-MEDAN.com - Hingga kini, Selasa (31/3/2820), di Indonesia tercatat jumlah kasus positif Covid-19 ada 1.414 orang, dengan kasus kematian 122 orang, dan 75 orang dinyatakan sembuh.

Mengingat jumlah kasus virus corona di Indonesia yang semakin meningkat, Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta mengeluarkan peringatan bagi warganya untuk sesegera mungkin meninggalkan Indonesia.

Presiden Joko Widodo (Jokowi)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) (Youtube KompasTV)

"Di bawah kebijakan kesehatan tingkat 4 global, warga AS yang saat ini berada di Indonesia harus mengatur untuk segera kembali ke Amerika Serikat, kecuali jika ingin tetap berada di luar negeri," demikian tertulis seperti dikutip dari keterangan kedubes AS di website resmi U.S Embassy Minggu (29/3/2020).

Keterangan tersebut menyatakan warga AS dapat mengatur sendiri perjalanan secepat mungkin, selagi penerbangan komersial dari Indonesia masih tersedia meski jumlahnya berkurang.

Penerbangan ke AS dari Indonesia masih tersedia 37 perjalanan per pekan, dengan rincian 28 dari Jakarta (17 via Tokyo, 4 via Doha, dan 3 via Bangkok, 8 dari Bali (3 via Tokyo dan 5 via Doha), dan 1 dari Surabaya (via Kuala Lumpur) penerbangan terakhir pada 30 Maret.

"Pembatasan perjalanan dapat diberlakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya," lanjut pengumuman Kedubes AS untuk warganya.

Presiden AS Donald Trump memegang tweet dari Google saat ia berbicara dalam konferensi pers tentang Coronavirus (COVID-19) bersama Wakil Presiden AS Mike Pence (kiri) dan anggota Satuan Tugas Coronavirus di Ruang Sidang Brady Press di Gedung Putih di Washington, DC, 15 Maret 2020.
Presiden AS Donald Trump 

25 Maret lalu, Kedutaan Besar AS juga mengeluarkan peringatan bagi keluarga pegawai dan staf di kedubes di Jakarta dan dua kantor konsulat di Surabaya dan Medan, yang berusia di bawah 21 tahun untuk juga segera meninggalkan Indonesia.

Menanggapi imbauan Kedubes AS tersebut, salah satu WN Amerika bernama James Guild membuat cuitan di Twitter yang berisi penolakannya untuk kembali ke AS saat ini.

Cuitan itu pun kemudian viral di Twitter.

Jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, cuitan tersebut berarti: "Kedutaan Besar AS di Indonesia mengatakan semua warga AS harus pulang sekarang. Tidak, terima kasih. Rumah sakit di sini mungkin kekurangan sumber daya, tetapi setidaknya Jokowi bukan orang tolol. Bagaimana orang bisa menganggap Amerika Donald Trump sebagai tempat berlindung?"

Dari cuitan itu, ia menyatakan penolakannya untuk kembali ke AS dalam situasi saat ini meskipun sumber daya rumah sakit di Indonesia kurang.

Namun, ia merasa tinggal di Indonesia dalam kondisi ini dengan Jokowi sebagai pemimpinnya akan lebih baik daripada ia berlindung di bawah Trump di AS.

James Guild sendiri adalah seorang pHD candidate dalam International Political Economy di S. Rajaratnam School of International Studies, Singapura.

Ia juga menulis artikel di beberapa media seperti The Diplomat, New Mandala, The Jakarta Post, dan East Asia Forum.

(*)

Artikel ini sudah tayang di Tribun Pekanbaru dengan judul : Lebih Percaya Jokowi, Warga Amerika Ini Tolak Perintah Donald Trump, 'Jokowi Bukan Orang Tolol'

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved