Disediakan 4 Miliar Dollar AS untuk Temukan Vaksin Corona, Peneliti Ini Ciptakan Uji Virus Tercepat
G20 Alokasikan 4 Miliar Dollar AS untuk Temukan Vaksin Covid-19. Tim peneliti di Singapura menciptakan alat uji virus corona
G20 Alokasikan 4 Miliar Dollar AS untuk Temukan Vaksin Covid-19.
Tim peneliti di Singapura yang dipimpin oleh Profesor Jackie Ying menciptakan alat uji virus corona dengan waktu pengujian tercepat, hanya 5-10 menit.
TRIBUN-MEDAN.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan negara-negara di dunia, khususnya anggota G-20 akan mengalokasikan dana hingga 4 miliar dollar AS untuk riset penemuan vaksin Covid-19.
Hal itu disampaikan Sri Mulyani usai mendampingi Presiden Joko Widodo dalam KTT Virtual G-20 melalui sambungan konferensi video dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (26/3/2020).
"Dalam rangka bersama sama temukan vaksin Covid-19 akan dilakukan kolaborasi antara WHO, GAVI (Global Alliance for Vaccines and Immunization), dan seluruh negara," ujar Sri Mulyani.
"Di antara para Menkeu ada indikatif alokasikan 4 miliar dollar AS yang dimobilisasi seluruh negara dunia terutama G-20 untuk akselerasi riset dan temukan antivirus atau vaksin pandemi Covid-19. Ini sedang dibahas bersama dalam level Menkeu anggota G-20," lanjut dia.
Ia mengatakan para pemimpin di G-20 dan hampir seluruh negara di dunia sepakat untuk mengutamakan keselamatan umat manusia.
Mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu mengatakan seluruh negara berkomitmen untuk menghentikan wabah Covid-19.
Karenanya, seluruh negara saling mempelajari pola penanganan terhadap wabah Covid-19 yang berlangsung di masing-masing negara.
Selain itu, lanjut Sri Mulyani, masing-masing negara juga bersepakat untuk mengutamakan produksi alat kesehatan sehingga dunia tak kekurangan stok untuk mengatasi wabah Covid-19.
"Karena di semua negara, apakah di Italia, Inggris, AS, Indonesia, dan lain-lain, semuanya alami kekurangan alat kesehatan terutama APD. Kemudian test kit, dan ventilator. Saat ini diupayakan, IMF dan World Bank upayakan dukungan," ujar Sri Mulyani.
"Agar perusahaan yang bisa dapatkan itu dapat prioritas sehingga suplai alat kesehatan seluruh dunia bisa dinaikkan. Indonesia memiliki kapasitas untuk suplai, termasuk hand sanitizer, dan lain-lain," lanjut dia.
Singapura ciptakan alat uji virus corona
Telah tercipta alat uji virus corona dengan waktu pengujian tercepat, hanya 5-10 menit.
Alat ini dibuat oleh sebuah tim peneliti di Singapura, yang dipimpin oleh Profesor Jackie Ying.
Prof Ying adalah kepala di Lab NanoBio perusahaan sains, teknologi, dan penelitian bernama A*Star.
Cara kerja alat uji ini adalah dengan mencari bahan genetik virus dalam sekresi pasien yang dikumpulkan dari uji swab (tenggorokan).
Sampel lalu dimasukkan ke dalam perangkat portabel yang akan mengeluarkan hasil sekitar 5-10 menit.
Metode amplifikasi yang sangat cepat ini mereka beri nama "Cepat".
Jika penggunaan alat ini mendapat persetujuan dari pihak berwenang, nantinya akan menciptakan durasi tes Covid-19 tercepat di dunia.
3 tahapan uji coba vaksin di AS
Vaksin corona mulai diuji coba di Amerika Serikat (AS) pada Senin (16/3/2020) dengan tiga tahapan.
Saat ini uji coba vaksin masih dalam tahap pertama yang melibatkan 45 sukarelawan.
Kemudian di tahap kedua, vaksin akan diuji coba pada kelompok yang lebih besar, untuk melihat apakah ada efek samping.
Lalu tahap ketiga adalah menguji coba ke sekitar puluhan ribu orang.
WNI sembuh di Singapura bertambah 1 orang
Seorang WNI penderita virus corona di Singapura dinyatakan sembuh, yang membuat jumlah WNI pulih di Negeri "Singa" kini menjadi 2 orang.
Konfirmasi yang diterima Kompas.com dari KBRI Singapura, Jumat sore (27/3/2020) memastikan pasien yang sembuh itu adalah kasus 237 yang dinyatakan positif pada 16 Maret.
Dia diidentifikasi berjenis kelamin perempuan dan berusia 36 tahun.
Hasil konferensi virtual G20
Rapat besar para pemimpin negara anggota G20 digelar Kamis (26/3/2020) secara virtual melalui video conference.
Dari hasil rapat ini, disetujui upaya-upaya dalam menghentikan virus corona, dan membantu negara-negara lain.
Dua di antaranya adalah memberi bantuan dana senilai 5 triliun dollar AS (sekitar Rp 81 kuadriliun) untuk membantu perekonomian global, dan sepakat bekerja sama dengan organisasi seperti WHO, IMF, dan WBG. (*)
Artikel telah tayang di Kompas.com dengan judul:Kabar Baik di Tengah Wabah Corona: Tercipta Alat Tes Tercepat, Hanya Butuh 5-10 Menit dan Sri Mulyani Sebut G20 Alokasikan 4 Miliar Dollar AS untuk Temukan Vaksin Covid-19
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pekerja-medis-virus-corona-di-palestina.jpg)