Orang Dalam Pemantauan Terkait Corona di Binjai 185 Orang, Kepala BPBD: Makin Banyak Lebih Bagus
Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid-19 per hari di kota Binjai terus bertambah.
Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRI BUN-MEDAN.com, BINJAI - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid-19 per hari di kota Binjai terus bertambah.
Kepala BPBD Kota Binjai, Ahmad Yani menyampaikan, per Rabu (25/3/2020) ODP Binjai terdata 185 orang dari sehari sebelumnya tercatat angka 162 ODP.
"Hari ini yang terdata ada ODP 185 orang. Semalam 16 orang. Kalau ODP ini semakin banyak semakin bagus, yang buruk itu kalau PDP (Pasien Dalam Pengawasan). Jadi ini ada yang salah pemahamannya di masyarakat. Kalau ODP ini baru pulang dari daerah terjangkit dipantau dan terdata, dan selesai akan dicabut ODP. Kalau ODP sikit atau nggak ada berarti pemerintah nggak kerja. Artinya semakin banyak terdata ODP, ya bagus," katanya Ahmad Yani.
Saat ini Gugus Depan Covid-19 Binjai telah membuka Posko Dinkes Binjai.
Tim gabungan dari sejumlah instansi bersama medis terus melakukan koordinasi, mendata warga Binjai yang terdampak corona.
Hingga saat ini ada tiga warga Binjai yang masuk karantina.
Terbaru dari warga Binjai Utara yang baru berpulang dari daerah ibu kota Jakarta.
• Lawan Corona, Ikatan Alumni STAN Bantu Alat Pelindung Diri Untuk RS Adam Malik Medan
Selain itu, BPBD, Dishub dan Satpol PP Pemko Binjai terus keliling kota Binjai bersama Polres Binjai dan TNI melakukan sweeping terhadap lokasi tongkrongan. Tim gabungan mulai bergerak sejak Selasa malam ke cafe-cafe dan Pasar Kaget.
Bahkan pesta undangan turut dibubarkan.
Amatan Tri bun Medan, tim gabungan pencegahan Covid-19 sampai tiga kali melakukan sweeping di Pasar Kaget untuk membubarkan aktivitas jual beli warung kopid dan makanan khas pedagang pinggir jalan.
Namun, beberapa kali pengunjung datang bergantian.
Seorang pedagang warung mengaku dilema dengan keadaan ini.
Pasalnya, sudah dua minggu jualannya sepi, dan kini ada kebijakan pembubaran aktivitas orang berkumpul, dan semakin diperparah lantaran pemerintah tidak memberikan solusi.
"Kalau kami tidak bisa jualan kami makan apa? Sudah dua minggu begini sepi, sekarang main bubarkan. Orang itu enaklah digaji negara. Kalau pedagang ini uang buat makan dari mana? Kasih solusilah atas keadaan darurat," kata pedagang Pasar Kaget.
Tak hanya pedagang, di Binjai para pengemudi ojek online juga sudah sangat merasakan dampak Corona.
Mereka merasakan sepi order baik penumpang mau pun yang memesan makanan.
"Sepi kali sekarang order, beli minum rokok pun payah. Kami berharap pemerintah setempat kasih solusi untuk masyarakat," kata Sampang. (dyk/tri bun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/posko-covid-binjai.jpg)