PDP Covid19 Meninggal di Medan

Kadinkes Sumut Pastikan Pasien Meninggal di Medan Berstatus PDP Covid-19, Ini Penjelasannya

Kadinkes Sumut menjelaskan bahwa pasien yang meninggal hari ini, Senin (23/3/2020), berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP)

TRIBUN MEDAN / ist
Kadis Kesehatan Provinsi Sumut Alwi Mujahit Hasibuan 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumut Alwi Mujahit Hasibuan menjelaskan bahwa pasien yang meninggal hari ini, Senin (23/3/2020), berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Alwi juga menyebutkan bahwa angka pasien PDP di Sumut bertambah dari hari sebelumnya, Minggu (22/3/2020) sebanyak 48 pasien.

Per Senin (23/3/2020), PDP di Sumut berjumlah 50 orang. Dari jumlah itu, satu orang meninggal dunia.

Alwi berharap PDP yang menjalani perawatan ini bisa menyusul enam pasien yang sudah dinyatakan sembuh.

"Pada hari ini ada kenaikan PDP menjadi 50 orang, dan satu orang dari PDP ada yang meninggal hari ini. Mudah-mudahan ini 50 orang ini bisa kita rawat dengan baik dan sembuh. Kita harapkan akan semakin banyak yang sembuh," katanya.

Alwi membeberkan jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) mengalami lonjakan drastis mencapai ratusan orang. Dari 496 Orang Dalam Pemantauan (ODP), kini menjadi 763 orang.

Hal ini dijelaskan Alwi, karena pihaknya melacak para keluarga dan orang terdekat yang telah positif terinfeksi virus Corona.

"Sekarang ada 763 ODP. Jadi ada kenaikan sekitar 35 persen. ODP ini kami dapatkan melalui penelitian epidemologi atau tracing yang dilakukan kepada orang yang memiliki kontak erat dari seluruh yang positif,” ujarnya.

“Jadi jumlah ini membuktikan bahwa tim di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota sudah melakukan tugasnya dengan melakukan penelitian penyelidikan epidemiologi dengan baik. Dengan mendapatkan semakin bertambah (ODP) ini," imbuhnya.

Alwi menyebutkan apabila semakin banyak pasien ODP yang diidentifikasi, maka kemungkinan besar rantai penyebaran Covid-19 dapat dihentikan.

"Kita bisa berkontribusi dalam memutus rantai penularan yang akan terjadi. Tapi tentunya ditambah perilaku masyarakat seperti sosial distancing atau menjaga jarak 1 meter dari yang lainnya, kemudian tidak berkeliaran. Kalau tidak perlu silakan tetap di rumah," tegasnya.

Selain pasien ODP, Kepala Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Sumut, Riadil Akhir Lubis menyebutkan angka Pasien Dalam Pengawasan (PDP) juga naik menjadi 50 pasien.

"Data pasien dalam pengawasan hari ini berjumlh 50 orang terdiri dari 25 rumah sakit di kabupaten/kota termasuk itu swasta maupun negeri. Untuk orang dalam pemantauan (ODP) terjadi kenaikan hari ini menjadi 763 orang, dari yang kemarin itu 496 orang," jelasnya.

Para pasien tersebut dirawat di 25 rumah sakit yang ada di 6 kabupaten/kota, dan sudah ada 6 pasien PDP yang dipulangkan karena sudah dinyatakan negatif.

"Semua pasien PDP dirawat di 6 kabupaten/kota," tambahnya.

Riadil juga menyampaikannya bahwa pasien positif Covid-19 tidak ada penambahan dari data sebelumnya yakni dua orang di mana satu telah meninggal.

"Yang PDP positif itu data kita tidak berkembang, hanya ada dua di mana yang satu sudah meninggal dan satu lagi masih dalam perawatan sampai hari ini," pungkasnya.

Di Indonesia 579 Positif Covid-19

Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto mengumumkan ada 579 kasus pasien yang positif Covid-19 hingga Senin (23/3/2020).

"Ada penambahan 65 kasus baru pasien positif Covid-19 hingga hari ini. Sehingga total ada 579 kasus pasien positif Covid-19 hingga saat ini," ujar Yuri dalam konferensi pers di Graha BNPB, Senin sore.

Berdasarkan data perkembangan hingga pukul 12.00 WIB hari ini, sebanyak 353 kasus dari 579 kasus positif Covid-19 tercatat berada di DKI Jakarta.

Angka ini bertambah 44 dari 309 pasien berdasarkan update data resmi Minggu (22/3/2020) pukul 12.00 WIB.

Saat ini DKI Jakarta masih menjadi daerah dengan jumlah kasus tertinggi.

Adapun dari 353 pasien positif Covid-19 di DKI Jakarta itu, sebanyak 29 orang meninggal dunia. Sementara jumlah pasien sembuh di DKI Jakarta hingga 23 Maret sebanyak 23 orang.

Berdasarkan data pemerintah pusat itu, jumlah kasus positif Covid-19 di DKI Jakarta jauh melampaui provinsi lain.

Misalnya, di Jawa Barat yang menempati urutan kedua daerah dengan kasus positif Covid-19 tertinggi, mencatat adanya 59 kasus hingga saat ini.

Sementara itu, di Banten yang menempati urutan ketiga, ada 56 kasus positif Covid-19.

Disusul kemudian Jawa Timur dengan 45 kasus positif Covid-19 dan Jawa Tengah dengan total 15 kasus positif Covid-19 hingga 23 Maret.

Berikut ini data sebaran kasus positif Covid-19 di 22 provinsi berdasarkan data per 23 Maret 2020:

1. DKI Jakarta: Total 353 kasus, penambahan 44 kasus baru

2. Jawa Barat: Total 59 kasus, tidak ada penambahan

3. Banten: Total 56 kasus, penambahan 9 kasus baru

4. Jawa Timur: Total 41 kasus, tidak ada penambahan

5. Jawa Tengah: Total 15 kasus, tidak ada penambahan

6. Kalimantan Timur: Total 11 kasus, penambahan 2 kasus baru

7. Bali: Total 6 kasus, penambahan 3 kasus baru

8. DI Yogyakarta: Total 5 kasus, tidak ada penambahan

9. Kepulauan Riau: Total 5 kasus, penambahan 1 kasus baru

10. Sulawesi Tenggara: Total 3 kasus, tidak ada penambahan.

11. Kalimantan Barat: Total 2 kasus, tidak ada penambahan

12. Kalimantan Tengah: Total 2 kasus, tidak ada penambahan

13. Sumatera Utara: Total 2 kasus, tidak ada penambahan

14. Sulawesi Selatan: Total 2 kasus, tidak ada penambahan

15. Papua: Total 2 kasus, tidak ada penambahan

16. Kalimantan Selatan: Total 1 kasus, tidak ada penambahan

17. Sulawesi Utara: Total 1 kasus, tidak ada penambahan

18. Lampung: Total 1 kasus, tidak ada penambahan

19. Maluku: Total 1 kasus, tidak ada penambahan

20. Riau: Total 1 kasus, tidak ada penambahan

21. Jambi: 1 kasus perdana

22. Maluku Utara: 1 kasus perdana

(vic/tribunmedan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved