Gubernur Edy Rahmayadi Baru Mengetahui Ada PDP Corona Meninggal di RS Adam Malik

Gubernur Edy Rahmayadi Baru Mengetahui Ada PDP Corona Meninggal di RS Adam Malik

Penulis: Satia | Editor: Juang Naibaho
Tribun Medan
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengumpulkan seluruh manajemen rumah sakit, Selasa (17/2/2020) 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi baru mengetahui adanya satu Pasien Dalam Pengawasan (PDP) meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik.

Akan tetapi, dia belum bisa menyampaikan lebih lanjut tentang pasien tersebut.

Sebab, kata Edy Rahmayadi, saat ini sampel darah dari pasien tersebut sudah dibawa ke Kementerian Kesehatan untuk diperiksa lebih lanjut.

"Saya baru dengar dari anda ini. Saya belum melihat datanya berapa. Diambil sampel darahnya, dan dibawa ke Jakarta, nanti dari sana akan diumumkan. Sehingga yang tahu adalah pemerintah pusat," katanya, saat ditemui usai melaksanakan salat di Masjid Agung, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan, Rabu (18/3/2020).

Setelah adanya korban meninggal dunia, ia meminta kepada masyarakat agar tidak panik. Sebab, saat ini seluruh petugas tengah bekerja untuk mengantisipasi adanya virus Corona di Sumatera Utara.

Ia meminta kepada seluruh masyarakat agar dapat mewaspadai virus ini dengan mengantisipasi penyebaran tidak berkontak langsung kepada orang asing.

Pastinya, selama berada di luar ruangan memakai pelindung diri, seperti masker.

"Jangan panik, tetap waspada," ujarnya.

Saat ini pemerintah telah menyiapkan rumah sakit GL Tobing di Tanjung Morawa, sebagai tempat evakuasi perawatan utama kepada masyarakat. Nantinya, jika ada masyarakat yang mengalami penurunan kesehatan dapat mengeceknya di rumah sakit tersebut.

Tidak hanya RS GL Tobing, Edy juga sudah meminta kepada seluruh rumah sakit di Sumatera Utara agar dapat melayani masyarakat untuk mengecek kesehatannya.

"Tempat evakuasi perawatan utama kita di RS GL Tobing Tanjung Morawa. Jika mengalami penurunan kesehatan bisa langsung ke sana," jelasnya.

Mantan Pangkostrad ini meminta kepada seluruh rumah sakit yang ada dapat melayani seluruh masyarakat yang akan mengecek kesehatannya. Sebab, jika ada rumah sakit yang menolak, ada dikenakan sanksi tegas pencopotan izin hingga pidana kurungan penjara selama setahun.

Bukan hanya kepada rumah sakit, hukuman juga akan diberlakukan kepada masyarakat yang dicurigai terjangkit virus dengan gejala-gejalanya, namun menolak untuk diperiksa.

"Jika ada rumah sakit yang menolak, tidak boleh seperti itu karena ini adalah keadaan darurat. Yang menghambat, dan tidak mau diperiksa akan dikenakan satu tahun penjara.

Aneka Jus Sehat Peningkat Imun yang Bisa Kita Konsumsi untuk Tangkal Corona

Kadis Kesehatan Sumut, dr Alwi Mujahit Hasibuan, mengatakan, pasien yang meninggal di RSUP Adam Malik, mempunyai riwayat perjalanan ke luar negeri. Ia berpergian ke Italia dan Yerusalem.

Alwi membeberkan bahwa pasien meninggal pada Selasa (17/3/2020) sekitar pukul 20.45 WIB

"Pasien PDP 01 meninggal tadi malam sekitar jam 20.45 WIB, dan sudah dibawa pulang oleh keluarganya. Saya belum begitu persis tahu tapi mereka telah pulang dari Yerusalem, singgah di Italia," tuturnya, Rabu (18/3/2020).

Ia menyebutkan pasien yang meninggal tersebut bepergian bersama satu kelompoknya.

"Itu ada sekolompok, ada satu grup itu kita coba telusuri. Kita akan telusuri, kita belum tahu pasti, tim kita sedang bekerja untuk itu saya akan dapat laporan," tegasnya.

Alwi menyebutkan bahwa pasien masuk sekitar tanggal 14 Maret 2020.

Saat ditanya terkait hasil dari sampel, Alwi terlihat mengelak dan menjawab belum mengetahui.

"Masuknya hari Sabtu, sampel belum-belum," cetusnya sambil pergi dari awak media.

Pasien Meninggal Melonjak

Jumlah pasien meninggal akibat virus Corona di Indonesia bertambah jadi 19 orang, Rabu (18/3/2020).

Sementara jumlah pasien positif juga bertambah menjadi 227 kasus.

Demikian dikatakan Juru Bicara Pemerintah untuk penanganan wabah COVID-19, Achmad Yurianto dalam siaran pers di Kantor BNPB, Rabu sore.

Yuri bilang, ada penambahan yang sangat signifikan sejak Selasa hingga Rabu hari ini.

"Ada 55 kasus tambahan," ujar dia.

Berikut rincian tambahan kasus pasien positif virus corona terbaru menurut daerah persebaran:

Banten: 4 kasus
DIY: 1 kasus
DKI Jakarta : 30 kasus
Jawa Barat: 12 kasus
Jawa Tengah: 2 kasus
Sumatera Utara: 1 kasus
Lampung: 1 kasus
Riau: 1 kasus
Kalimantan Timur: 1 kasus

Tambahan kasus juga berasal dari proses epidomolog dan kemandirian si pasien sebanyak 2 kasus.

"Sehingga pada periode 17 Maret 2020 pukul 12.00 sampai 18 Maret 2020 pukul 12.00, ada penambahan 55 kasus positif," kata Yuri.

Bertambahnya pasien positif dan meninggal dunia ini mengalami lonjakan drastis.

Pada Selasa kemarin, jumlah pasien positif sebanyak 172 orang dengan kematian lima orang.

Hal ini berarti dalam satu hari terjadi lonjakan 55 kasus positif dan 14 kematian.

Pedagang Pasar Raya MMTC Akui Sudah Ada yang Mulai Borong Bahan Pokok

Rincian Pasien Meninggal

Sementara itu, jumlah kasus pasien yang meninggal sebanyak 19 orang.

Yuri bilang, ada permasalahan dalam pendataan sebab setelah pihaknya melakukan re-check dan koordinasi dengan rumah sakit yang merawat pasien virus corona, sejumlah rumah sakit belum laporkan kematian sejak 12 Maret 2020 hingga 17 Maret 2020.

"Maka data sudah bisa kami upgrade, perbaiki, maka akumulatif kasus meninggal sampai 18 Maret ada 19 pasien," kata Yuri.

Berikut rincian pasien virus corona yang meninggal menurut daerah persebaran:

Bali: 1 pasien
Banten: 1 pasien
DKI Jakarta: 12 pasien
Jawa Barat: 1 pasien
Jawa Tengah: 2 pasien
Jawa Timur: 1 pasien
Sumatara Utara: 1 pasien

Sementara itu, jumlah pasien yang telah dinyatakan sembuh sebanyak 11 orang.

Rinciannya:
Banten: 1 pasien
DKI Jakarta: 9 pasien
Jawa Barat: 1 pasien.

Dengan demikian, jumlah kasus positif virus corona di Indonesia mencapai 227 kasus dengan pasien meninggal dunia sebanyak 19 orang dan sembuh 11 orang.

Sementara di tingkat global, jumlah kasus pasien yang terinfeksi virus corona mencapai 198.470 pasien.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 7.987 meninggal dan 82.762 pasien dinyatakan telah sembuh.

Virus corona juga sudah mewabah ke-166 negara.

(Wen/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved