Antisipasi Penyebaran Corona di Sumut

BREAKING NEWS: TERKINI PERINTAH GUBERNUR EDY RAHMAYADI Siswa SMA Belajar di Rumah Kecuali yang Ujian

Memerintahkan Kepala Dinas Pendidikan untuk meniadakan sementara kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Penulis: Satia | Editor: Salomo Tarigan
dok/Tri bun-Medan.com/Satia
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi 

TRI BUN MEDAN.COM, MEDAN - Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi akhirnya memerintahkan Kepala Dinas Pendidikan untuk meniadakan sementara kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Pemberlakuan ini, khusus untuk seluruh siswa SMA dan SMK kelas XI dan XII.

Belajar mandiri diberlakukan selama 14 hari di rumah melalui metode mengajar jarak jauh.

Perihal ini disampaikan Gubernur EDY,  sebagai bagian dari upaya antisipasi, pencegahan dan penyebaran virus Corona atau Covid-19 di Sumatera Utara.

Proses belajar di rumah ini dimulai 17 Maret hingga 03 April mendatang.

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi memimpin rapat koordinasi bersama dengan Forkompinda, di lantai dua, Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan, Selasa (17/3/2020).
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi memimpin rapat koordinasi bersama dengan Forkompinda, di lantai dua, Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan, Selasa (17/3/2020). (TRI BUN MEDAN/Satia)

Akan tetapi, penetapan belajar di rumah kepada siswa ini belum diberlakukan kepada Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Dasar (SD), karena yang menentukan Pemkab/Kota Madya melalui Dinas Pendidikan (Kota/kabupeten)

Wanita ini Kaget Temukan Video Terlarangnya Tersebar di Media Sosial, Lupa Hapus File saat Jual HP

Selanjutnya, Edy Rahmayadi meminta kepada seluruh orangtua dapat mengawasi anak-anaknya belajar di rumah, setelah gurunya memberikan tugas pekerjaan rumah (PR).

"Mulai hari ini belajar di rumah, melalui WhatsApp, kemudian mereka juga mengerjakan pekerjaan rumah yang telah diberikan oleh gurunya masing-masing," kata Edy Rahmayadi saat memimpin rapat koordinasi bersama dengan Forkompinda, di lantai dua, Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan, Selasa (17/3/2020).

Walaupun belajar di rumah, ia mengharapakan seluruh siswa SMA tidak ketinggalan tugas-tugas yang diberikan oleh guru.

"Walaupun di rumah, diharapkan seluruh siswa agar tidak ketinggalan belajar," ucapnya.

Untuk kelas XII SMA dan SMK, kata dia tetap melaksanakan ujian seperti biasa.

Akan tetapi, dia meminta kepada seluruh kepala sekolah agar dapat memantau perkembangan kondisi muridnya masing-masing.

Dirinya meminta kepada seluruh kepala sekolah agar dapat memberikan fasilitas lengkap untuk siswa agar bisa ujian dengan nyaman.

"Ujian tetap berjalan tanpa ada penundaan, tetapi dijaga ketat oleh petugas yang ada," ujarnya.

Sumut Siaga Virus Corona

Seperti diberitakan sebelumnya, Provinsi Sumatera Utara masuk dalam kategori siaga pencegahan penyebaran virus Corona atau Covid-19.

Selama 14 hari ke depan, seluruh aktivitas masyarakat dan kunjungan wisatawan akan diperketat melalui pintu masuk bandara dan pelabuhan.

 Pasutri Terjun Bebas ke Jurang Bekas Longsor di Seputar Tahura Bukit Barisan

 Antisipasi Virus Corona, Sekolah Akan Diliburkan? Pemkab Simalungun Cari Pola ASN Kerja dari Rumah

"Status Sumut adalah siaga," kata Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi usai memimpin rapat tertutup pembahasan pencegahan dan antisipasi penyebaran virus Corona, di lantai delapan, Kantor Gubernur, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan, Senin (16/3/2020).

Ia berharap, selama 14 hari ke depan, Provinsi Sumatera Utara tidak mengalami peningkatan dari kategori siaga menjadi awas.

"Saya berharap 14 hari ke depan tidak ada perubahan status. Bahkan kita berharap semakin berturun dengan saat ini," ujarnya.

Untuk di Sumut, Edy Rahmayadi mengatakan saat ini ada tiga orang masih dalam pengawasan atau pemantauan ketat yang dilakukan oleh petugas medis di Rumah Sakit Haji Adam Malik.

"Satu orang masih dalam perjalanan untuk diperiksa secara intensif," jelasnya.

Kemudian, Edy memastikan tidak ada satu warga pun di Sumatera Utara yang tertular dan terjangkit virus Covid-19.

"Tidak ada yang terkena virus Corona untuk di Sumut," jelasnya.

Sebelumnya, Edy Rahmayadi juga sudah mengeluarkan imbauan kepada seluruh kabupaten/kota untuk antisipasi penyebaran virus Corona.

Dirinya meminta kepada seluruh bupati dan wali kota agar dapat melakukan penjagaan ketat melalui pintu masuk, seperti bandara dan pelabuhan yang ada.

Sebab, kalau tidak ada antisipasi bersama dengan masyarakat, antisipasi penyebaran virus Corona ini sulit diatasi.

"Saya sudah mengeluarkan imbauan, jangan panik, tetapi tetap tingkatkan kewaspadaan karena wabah ini cukup sulit saat ini untuk diatasi," ujarnya.

 Sumut Siaga Virus Corona, Pariwisata Ditutup Sementara 14 Hari, Gubernur Edy Bilang Gak Lock Down

Dalam surat edaran itu juga, Edy Rahmayadi meminta kepada seluruh masyarakat agar dapat menjaga kesehatan dan pola hidup sehat selama 14 hari ke depan.

Selain itu, ia juga meminta kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas lebih selama di luar. Apalagi, aktivitas yang dilakukan sampai berkontak langsung dengan orang asing, atau yang berasal dari luar daerah.

"Sehingga kita perlu mejaga lingkungan, pola hidup kita. 
Hindari keramaian, kegiatan di luar. Kondisi saat ini mengharuskan menghindari keramaian," ujarnya.

3 Pasien Dalam Pengawasan di RS Adam Malik

-Rumah Sakit Umum Pusat H Adam Malik (RSUP HAM) tengah melakukan pegawasan terhadap tiga pasien yang menjalani perawatan di ruangan isolasi RSUP Haji Adam Malik.

Ketiga pasien dalam pegawasan (PDP), diduga Suspect Covid-19 hingga kini menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat (RSUP) Haji Adam Malik, Medan.    

Kasubbag Humas RSUP Haji Adam Malik, Rosario Dorothy Simanjuntak, mengatakan, sejauh ini ada tiga pasien satusnya PDP.

Lebih lanjut dijelaskan Rosa, untuk ketiganya kini masih menjalani pemeriksaan intensif dan masih menjalani tes laboratorium untuk memastikan apakah covid-19 atau bukan.

 KUMPULAN 10 Besar Negara Jumlah Kasus Virus Corona Terbanyak, Jumlah Kematian dan Sembuh

"Saat ini status mereka masih pasien dalam pengawasan," ungkapnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Kepala Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut, dr Aris Yudhariansyah, di Kota Medan, Minggu (15/3/2020) mengatakan sebanyak 18 warga di wilayah Sumatera Utara (Sumut), masuk dalam kategori orang dalam pemantauan atau ODP virus Corona.

Sedangkan ada tiga orang yang berstatus dalam pengawasan, dan salah satunya diisolasi.

"ODP untuk virus corona di Sumut jumlahnya saat ini mencapai 18 orang," pungkasnya.  

Tenda Isolasi Suspect COVID-19

Rumah Sakit Putri Hijau Kesdam I/BB sudah mempersiapkan Tenda Isolasi Suspect COVID-19 untuk mengantisipasi, sekaligus merawat pasien suspect virus corona, Senin (16/3/2020).

Amatan Tri bun, lokasi tenda isolasi berada tepat di halaman rumah sakit, dimana  terdapat 8 tempat tidur yang dilengkapi masker N-95, Hand Sanitazer, Baju Alat Pelindung Diri (APD) COVID-19, sarung tangan, serta peralatan perawatan pasien Suspect Corona.

Petugas RS Putri Hijau Kesdam I/BB mempersiapkan Tenda Isolasi Suspect Corona untuk perawatan pasien suspect COVID-19, Senin (16/3/2020).
Petugas RS Putri Hijau Kesdam I/BB mempersiapkan Tenda Isolasi Suspect Corona untuk perawatan pasien suspect COVID-19, Senin (16/3/2020). (TRI BUN MEDAN/victory)

 4 Fakta Karyawan CIMB Niaga Positif Corona, Presiden Direktur Berat Hati Umumkan di Masa Sulit

Kepala Staf Kodam (Kasdam) I/BB yang baru Brigjen TNI Didied Pramudito bersama Karumkit Putri Hijau Letnan Kolonel Ckm dr. Mhd Irsan Basyroel, Sp.KK langsung turun memantau kesiapsiagaan dari tenda isolasi Suspect Corona tersebut.

Didied mengecek tenaga medis hingga tempat tidur dan alat pelindung diri (APD) yang dimiliki oleh pihak rumah sakit.

Ia menyebutkan bahwa dibangunnya tenda isolasi Suspect Corona ini untuk membantu pemerintah Indonesia dalam menanggulangi pandemi global COVID-19.

"Ini salah satu kesiapsiagaan kita menghadapi pandemik global, wabah yang sudah menyebar di seluruh antero dunia. Nah di kita dengan diumumkannya oleh Bapak Presiden lewat dituntujuknya kepala BNPB sebagai Ketua Satgas penanganan virus corona," tegasnya.

Didied membeberkan ada 8 rumah sakit di bawah jajaran Kodam I Bukit Barisan yang sudah dipersiapkan tenda isolasi.  

"Kemudian untuk mengantisipasi semua rumah sakit. Kita tentara juga membantu. Posko ini dibangun di 8 rumah sakit yang ada di Kodam I Bukit Barisan, Mulai dari Medan, Padang, Riau, Pekanbaru, Siantar semua ada 8 seperti ini," tegasnya.

 Persiapan PON Sambil Kuliah, Porsi Latihan Atlet Atletik Sumut Pramoedya Sufallah Cukup Berat

 HEBOH Potongan Tubuh Bayi Hasil Hubungan Gelap Diperebutkan Anjing

Lebih lanjut, Jenderal bintang satu ini menegaskan bahwa posko ini untuk membantu rumah sakit rujukan yang ada di Medan apabila ada hal darurat.

 Mulai Besok, Unimed Terapkan Perkuliahan Online untuk Antisipasi Penyebaran Virus Corona

"Ini adalah kepedulian kita dari Bapak Kasad lewat Bapak Pangdam, apabila terjadi yang tidak diinginkan rumah sakit yang ada di Adam Malik Medan.

Tapi kita berharap semuanya, jangankan disini di Adam Malik pun tidak ada. Kita selalu berdoa seperti itu. Itu bentuk kepedulian kita supaya bsa disampaikan masyarakat tidak perlu takut," tuturnya.

Ia juga memastikan bahwa tenaga medis di setiap tenda darurat telah siap untuk menangani pasien Suspect Corona.

"Semua ibu dokternya uda ada dan lengkap ada spesialis penyakit dalam, spesialis THT, spesialis paru dan dokter umum semuanya ada yang berhubungan dengan virus ini. Jadi kita telah siap sedia," pungkas Didied.

(vic/tri bunmedan.com)

Cara Mencuci Tangan yang Benar Hindari Virus Corona

Virus corona kini menjadi perhatian dunia.

Walaupun belum ada kasus positif corona di Indonesia, masyarakat perlu tetap waspada terhadap infeksi virus corona.

Oleh karena itu, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) memberikan rekomendasi untuk mencegah infeksi dan penularan virus corona dengan menjaga kebersihan diri.

 Top Level Manajemen Pusat Hadiri Langsung Pertemuan Bulanan Alfamidi Cabang Medan

Salah satunya dengan mencuci tangan.

Menurut Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, DR. Dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P (K), mencuci tangan adalah upaya terpenting dalam mencegah infeksi virus corona karena tangan merupakan media penularan infeksi yang sering terjadi.

“Karena tangan kita ini habis pegang sesuatu, misalnya di tempat umum, naik bajaj pegangan, naik angkot pegangan, naik ojek pegangan sama punggungnya, atau di tempat lainnya, atau habis salaman sama orang habis batuk pilek tangannya dipegang kita, semua akan menempel di tangan ini,” ujar Agus.

Agus juga mengungkapkan, jika tangan kita tidak bersih ketika memegang hidung, mulut, atau daerah mata, maka virus dan bakteri lainnya akan menempel di tangan.

Lantas, bagaimana cara mencuci tangan yang benar? Cara mencuci tangan yang baik adalah dengan menggunakan air dan sabun cair,lalu bilas selama 20 detik dan keringkan dengan handuk atau kertas.

Jika tidak ada air, dapat juga menggunakan hand sanitizer yang mengandung 70% alkohol

Selain mencuci tangan, hal lain yang patut diingat adalah cara menutup mulut dan hidung yang benar saat bersin atau batuk. Kebanyakan orang akan menutup mulut dan hidung dengan tangan.

 Chinese Set Menu di Hotel GranDhika Indonesia Diperpangjang hingga April 2020

Padahal, hal ini tidak disarankan oleh Agus karena membuat tangan menjadi media penularan infeksi. Sebaiknya Anda menutup mulut dan hidung dengan menggunakan bahu saat bersin dan batuk.

“Kita belajar, kalau bersin nutupnya jangan pakai tangan, tapi pake bahu. Kenapa? karena kalau kita ketemu orang salaman nanti kumannya nular” sambung Agus saat ditemui pada Edukasi Media "Personal& Respiratory Hygiene untuk Cegah Virus Corona" (6/2/2020).

Selain mencuci tangan, berikut saran-saran dari IDI untuk mencegah infeksi dan penularan virus:

1. Hindari kontak dekat dengan orang yang sakit infeksi saluran napas

2. Hindari menyentuh hewan atau unggas atau hewan liar

3. Patuhi petunjuk keamanan makanan dan aturan kebersihan

 VIRAL Istri Pertama Siapkan dan Antar Suami untuk Pernikahan Kedua, Ungkap Alasan di Baliknya

4. Jika merasa kesehatan tidak nyaman ketika di daerah outbreak, terutama demam atau batuk, gunakan masker dan cari layanan kesehatan

5. Setelah kembali dari daerah outbreak, konsultasi ke dokter jika terdapat gejala demam atau gejala lain dan beritahu dokter riwayat perjalanan serta gunakan masker untuk mencegah penularan penyakit.

(*)

(Wen/Tri bun-Medan.com/kompsa.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved