Ini Ciri dan Penyebab Tumor Payudara Jinak, Kenali dan Lakukan Pencegahan Sejak Dini
Benjolan di payudara belum tentu menandakan sakit kanker. Itu bisa jadi tumor jinak. Kenali ciri-ciri dan langkah pencegahannya berikut ini.
Ini Ciri dan Penyebab Tumor Payudara Jinak, Kenali dan Lakukan Pencegahan Sejak Dini
TRIBUN-MEDAN.com - Benjolan di payudara belum tentu menandakan sakit kanker. Itu bisa jadi tumor jinak. Kenali ciri-ciri dan langkah pencegahannya berikut ini.
Pada beberapa kasus, benjolan pada payudara dikarenakan adanya tumor jinak atau nonkanker.
Pada umumnya, tumor ini tidak berbahaya dan dan tidak akan menyebabkan kanker payudara.
Dilansir dari beberapa sumber, berikut ini ciri-ciri tumor payudara jinak.
- Batas tumor yang jelas
Benjolan yang disebabkan oleh tumor payudara jinak memiliki batas yang jelas dengan jaringan di sekitarnya.
Tidak seperti tumor ganas, di mana batasan tepi benjolannya tidak jelas sehingga sulit membedakannya dengan jaringan sekitar.
- Teksturnya kenyal dan lunak saat diraba
Benjolan akibat tumor payudara jinak memiliki konsistensi yang kenyal dan lunak.
Berbeda halnya dengan tumor yang ganas pada kanker payudara.
Tumor ganas biasanya teraba keras dan padat.
- Mudah digerakkan
Benjolan akibat tumor payudara jinak biasanya mudah digerakkan.
Sebaliknya, jika tumor bersifat ganas, benjolannya tidak bisa digerakkan sama sekali, seperti menyatu dengan jaringan di sekitarnya.
Jenis dan Penyebab Tumor Payudara Jinak
Berikut ini beberapa jenis tumor payudara jinak yang paling umum ditemui beserta penyebabnya.
1. Fibroadenoma Mamae (FAM)
Merupakan jenis tumor payudara jinak yang paling dijumpai pada wanita muda usia sekitar 15 – 35 tahun.
Penyebabnya diduga adalah pengaruh hormon di dalam tubuh wanita.
Benjolan akibat FAM umumnya dapat hilang dengan sendirinya, tapi terkadang ada juga yang menetap dan membesar.
Untuk pasien yang sedang menggunakan terapi hormon, FAM menjadi lebih sering muncul.
Sementara ketika kadar hormon menurun, benjolan dapat menyusut terutama pada menopause.
2. Payudara fibrokistik
Perubahan payudara menjadi jaringan yang fibrokistik umumnya dianggap normal dan bisa terjadi pada sebagian besar wanita.
Payudara fibrokistik sering terjadi pada wanita usia 20-50 tahun, dan jarang sekali dilaporkan pada wanita menopause kecuali yang mendapatkan terapi hormonal.
Payudara jenis fibrokistik kemungkinan disebabkan oleh faktor perubahan hormonal terutama hormon estrogen.
Payudara fibrokistik ini biasanya tidak memiliki gejala, tapi pada beberapa wanita juga muncul gejala tumor payudara seperti: kebas, tidak nyaman, dan nyeri terutama di daerah payudara bagian atas.
3. Nekrosis lemak
Penyebab tumor payudara janis ini adalah rusaknya jaringan lemak di payudara.
Kondisi tersebut bisa disebabkan secara spontan karena cedera atau terapi radiasi.
Nekrosis lemak lebih tinggi risikonya pada wanita-wanita yang memiliki payudara besar dibandingan dengan wanita dengan ukuran payudara yang kecil.
Pada umumnya, nekrosis lemak pada payudara tidak memerlukan penanganan khusus.
Namun, jika pasien mengalami ketidaknyamanan bisa dilakukan penanganan dengan beberapa metode bedah payudara seperti mastektomi, biopsi payudara, rekonstruksi payudara, lumpektomi, dan pengecilan payudara.
Upaya Pencegahan Tumor Payudara dengan SADARI
SADARI adalah akronim dari "pemeriksaan payudara sendiri", yaitu cara termudah untuk mendeteksi kelainan pada bentuk, ukuran, dan tekstur payudara.
Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk membantu memprediksi segala kemungkinan penyakit payudara sedini mungkin.
Sebagaimana kepanjangannya, SADARI bisa dilakukan di rumah tanpa perlu bantuan alat apa pun.
Berikut ini langkah-langkah melakukan SADARI dilansir dari situs Hellosehat.com.
1. Cek di depan cermin
Pastikan semua pakaian bagian atas sudah terlepas, kemudian berdiri di depan cermin dengan posisi kedua tangan di samping tubuh.
Amati dengan saksama dan perlahan mengenai beberapa poin berikut ini:
- Perubahan pada bentuk, ukuran, serta posisi kedua payudara simetris atau tidak
- Adanya lekukan
- Kondisi puting masuk atau keluar
- Kerutan pada payudara
- Adanya benjolan abnormal pada payudara
- Mulai dengan mengangkat salah satu tangan ke atas pada bagian payudara yang ingin diperiksa, kemudian tangan yang satunya bertugas untuk meraba seluruh bagian payudara dan menilai beberapa tanda penting.
- Periksa bagian puting dengan membentuk gerakan memutar, dilanjutkan dengan menelusuri bagian atas payudara tepat di dekat tulang selangka, kemudian di area tulang dada, hingga ke sisi dekat ketiak.
Terakhir, remas perlahan bagian puting guna memeriksa jika keluar suatu cairan abnormal dari puting.
2. Cek di kamar mandi
Saat mandi coba periksa payudara dengan meraba seluruh areanya dari atas hingga ke bawah.
Gunakan tiga jari utama yaitu telunjuk, tengah, dan jari manis.
Agar lebih mudah dan tidak terasa sakit, lakukan SADARI dengan memeriksa payudara dalam keadaan licin atau sedang disabuni.
Kemudian, rabalah payudara dengan gerakan melingkar mulai dari luar dekat ketiak hingga ke tengah puting.
Rasakan apakah ada benjolan atau perubahan tekstur pada payudara yang sebelumnya tak pernah ada.
3. Cek sambil berbaring
Saat berbaring, jaringan payudara akan menyebar merata di sepanjang dinding dada sehingga lebih mudah untuk melihat kejanggalan yang mungkin ada.
Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah meletakkan bantal di bawah bahu kanan dengan tangan di belakang kepala.
Dengan menggunakan tangan kiri, gerakkan tiga jari utama, jari telunjuk, jari tengah, dan manis.
Gerakkan jari-jari ke area payudara dengan lembut dan gerakan melingkar kecil yang menutupi seluruh area payudara dan ketiak.
Selain area payudara, jangan lupa untuk memeriksa area ketiak dan atas tulang selangka.
Pasalnya, area ini juga sering kali ditumbuhi sel kanker.
Apa yang harus dilakukan jika menemukan benjolan di payudara?
Jangan panik dan langsung berpikir yang tidak-tidak saat merasakan adanya benjolan di payudara.
Tidak semua benjolan di payudara adalah pertanda kanker.
Dalam kondisi tertentu, benjolan di payudara mungkin sebatas gumpalan non-kanker yang disebabkan oleh kadar hormon tidak seimbang, tumor jinak, atau cedera.
Jangan ragu untuk menghubungi dokter jika melihat atau merasakan adanya benjolan, apalagi jika tak kunjung hilang dan membesar selama lebih dari satu siklus haid.
Artikel ini telah tayang di TribunStyle dengan judul "Ciri-Ciri dan Penyebab Tumor Payudara Jinak, Kenali dan Lakukan Pencegahan SADARI"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kanker-payudara-tribun_20170306_103100.jpg)