Gubernur Sumut Edy Perintahkan Bangun Sekolah di Dua Lokasi Terdampak Banjir Bandang
Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi meminta jajarannya prioritaskan pembangunan sekolah dan infrastruktur jalan di dua daerah yang terdampak banjir
Penulis: Satia |
TRIBUN MEDAN.COM, MEDAN - Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi meminta jajarannya prioritaskan pembangunan sekolah dan infrastruktur jalan di dua daerah yang terdampak banjir bandang, Senin (10/2/2020).
Dua daerah tersebut yaitu Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).
Secara detail, ia tidak menyebutkan beberapa sekolah ayang mengalami kerusakan parah akibat diterjang banjir bandang.
Selain pembangunan sekolah, dirinya juga akan menyediakan buku pelajaran kepada seluruh siswa yang terdampak banjir.
"Perioritas kita untuk membangun sekolah, saya perintahkan segera perbaikan sekolah, buku yang hancur dan terbawa banjir akan segera disalurkan. Infrastruktur semuanya kita akan perbaikan," ucapnya, saat ditemui usai menghadiri Milad HMI yang ke 73 tahun, di Jalan Adinegoro, Kota Medan.
Sabtu (28/12/2019) malam hujan deras turun di wilayah Dusun Siria-ria A dan B, Desa Pematang dan Desa Hatapang, Kecamatan NA IX-IX, Labuhan Batu Utara.
Tak lama setelah hujan deras, banjir bandang menerjang dua desa tersebut pada Minggu (29/12/2019) dini hari. Tercatat ada 36 rumah hanyut dan rusak berat, dan lima orang dari satu keluarga hilang.
Banjir bandang penuh kayu dan batu besar tersebut merusak 2 jembatan besar di jalan kabupaten dan 4 titi di dusun yang memicu longsor sepanjang 100 meter dengan kedalaman 5 meter.
Banjir bandang yang terjadi di Labura ini menewaskan lima orang diterjang arus.
Tepat setelah sebulan bencana yang melanda Labura, banjir bandang kembali terjadi di kabupaten Tapteng.
Banjir yang melanda Kecamatan Barus dan Kecamatan Andam Dewi, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Selasa 28 Januari 2020, menewaskan 9 orang dan 114 unit rumah rusak serta yang merusak jalan dan jembatan itu, disebabkan karena air yang berlimpah.
Edy mengatakan, dalam waktu jangka pendek, pihaknya akan membangun rumah bagi warga yang terdampak bencana.
"Pertama dalam waktu Jangga pendek, kita akan membangun rumah kepada warga yang terdampak," ujarnya.
Menurutnya, nantinya warga tidak ada yang diperbolehkan lagi menetap di sepanjang bantaran sungai.
Karena, bantaran sungai tidak diperbolehkan berdirinya rumah. Sebab, jika terjadi banjir bandang, beresiko adanya korban jiwa.
Orang nomor satu di Pemprov Sumut ini mengatakan, setelah pemulihan dilakukan, pihaknya akan mempelajari metode pendangkalan sungai. Bila sewaktu-waktu air kiriman, banjir bandang tidak akan terjadi kembali.
"Langkah selanjutnya kita akan mempelajari pendangkalan sungai, agar tidak terjadi kembali banjir bandang di sana," ujarnya.
(wen/Tribun-Medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/hasbi_silalahi_badko_hmi.jpg)