Jalan Terowongan Kerap Tergenang, Lurah Bantan: Saat Musim Hujan Anak Sekolah Terpaksa Buka Sepatu
Kondisi infrastruktur jalan di terowongan yang berada di Jalan Pertiwi Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung, sudah mengalami kerusakan
Jalan Terowongan Kerap Tergenang, Lurah Bantan: Saat Musim Hujan Anak Sekolah Terpaksa Buka Sepatu
TRIBUN-MEDAN.com - Kondisi infrastruktur jalan di terowongan yang berada di Jalan Pertiwi Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung, sudah mengalami kerusakan dan kerap tergenang air saat hujan.
Padahal, jalan itu menjadi akses bagi ratusan pelajar setiap harinya.
Setidaknya terdapat beberapa sekolah di Jalan Pertiwi, seperti Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 11 Medan, Madrasah Aliyah Negeri Medan (MAN 1), Panti Asuhan Ar-Rasyidin, dan SMP/SMK TI Kreatif Medan.
Namun, jika musim penghujan tiba, tidak jarang para pelajar harus buka sepatu saat melewati terowongan. Pasalnya, terowongan itu kerap tergenang air saat hujan.
Lurah Bantan Medan Tembung, Huzel mengatakan sudah sering melihat anak sekolah terpaksa telanjang kaki saat berangkat sekolah lantaran genangan air di sepanjang terowongan tersebut.
"Saya berharap sama PU, di bawah terowongan itu dicor saja. Supaya kuat dan anak sekolah nggak lagi mesti buka sepatu di bawah terowongan itu. Karena, kalau musim penghujan datang pasti banyak air tergenang di sana," katanya, Selasa (4/2/2020).
Ia menyebutkan bahwa Dinas PU sudah melakukan perbaikan dengan menimbun jalan yang rusak dengan batu. Namun, hal tersebut dinilai kurang efektif sebab genangan air membuat timbunan itu rusak lagi.
"Jalan Pertiwi ini kan mulai dari Simpang Sosro sampai ujung. Jadi yang di jalan Pertiwi yang rusak itu hanya seputaran dari Sosro ke arah terowongan. Yang di terowongan itu kemarin sudah saya usulkan ke PU, tapi mereka cuma menimbun dengan batu. Ternyata situ kan paritnya sudah kita usulkan untuk dikerjakan, sampai saat ini belum juga dikerjakan jadi genangan air selalu ada di situ, jadi makanya terkuras lagi mungkin batu-batu itu rusak lagilah jalannya, Saya berharap sama PU kemarin di bawah terowongan itu bisa dicor," katanya.
Ia mengatakan, banyaknya kendaraan berat yang berlalu lalang juga menjadi salah satu faktor cepatnya penambalan tersebut rusak.
"Mau saya seperti itu (dicor) agar anak sekolah nyaman. Karena di situ banyak sekali anak sekolah yang berlalu-lalang pengendara juga banyak, tapi karena banyaknya kendaraan yang lumayan berat masuk ke situ sehingga rusak lagi jalan itu," katanya.
Ia mengatakan pengecoran jalan tersebut juga menjadi alternatif lain agar angkutan berat dapat mengakses jalan lain, sehingga pelajar dan warga sekitar yang lalu lalang bisa lebih nyaman menggunakan jalan.
"Kalau dicor tentu ketebalannya akan naik sedikit sehingga mereka (kendaraan berat) nggak bisa lewat situ supaya jalan itu bagus, dan nggak rusak lagi. Saya sudah ngomong dengan orang UPT, dan mereka bilang coba diberikan usulan lagi ke atas, ya kita akan coba," katanya.
Meski demikian, ia tak menampik adanya pihak yang tidak sepakat jalan tersebut dicor karena dapat menghambat jalur mereka.
"Ada yang minta jangan dicor karena nanti mobilnya nggak bisa lewat. Saya nggak peduli mobil-mobil yang bak tertutup itu sebaiknya pakai jalan lain. Jalan ini (terowongan) untuk mobil-mobil kecil aja," katanya.
Ia berharap kadis PU dapat melakukan perbaikan untuk kenyamanan pelajar dan masyarakat yang berlalu lalang.
"Tapi insya Allah saya akan perjuangkan ini karena kasihan saya lihat anak-anak sekolah itu. Saya berharap tahun ini pemerintah mau ngecor di Gang Pertiwi terowongan itu," katanya.
(cr21/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/terowongan-jalan-pertiwi-kelurahan-bantan.jpg)