Begal di Ring Road

Kapolsek Sebut Korban di Ring Road Tewas Akibat Lakalantas, Sedang Dalami Percobaan Jambret

Kapolsek Sunggal Kompol Yasir Ahmadi angkat bicara terkait korban yang tewas di Jalan Amal Simpang Ringroad, Sunggal, Minggu (26/1/2020).

Tribun-Medan.com/Victory Hutauruk
Kapolsek Sunggal Kompol Yasir Ahmadi 

Kapolsek Sebut Korban di Ring Road Tewas Akibat Lakalantas, Sedang Dalami Percobaan Jambret

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kapolsek Sunggal Kompol Yasir Ahmadi angkat bicara terkait korban yang tewas di Jalan Amal Simpang Ringroad, Sunggal, Minggu (26/1/2020).

Yasir Ahmadi mengungkapkan bahwa korban tewas Susanti, dan putrinya yang mengalami luka-luka merupakan korban kecelakaan lalu lintas.

Namun demikian, pihaknya juga masih melakukan penyelidikan terkait korban percobaan jambret atau begal

"Merupakan korban lakalantas namun diduga juga merupakan korban percobaan jambret," kata Yasir kepada Tribun, Senin (27/1/2020) di Mapolsek Sunggal, Jalan TB Simatupang, Medan.

Ia membeberkan bahwa saat ini anggotanya masih melakukan olah TKP terkait dengan lakalantas ini.

Kepolisian juga melakukan penelusuran dengan mengumpulkan sejumlah barang bukti dan mencari fakta lain di TKP.

Terkait pelaku yang mengendarai mobil Xenia yang menabrak korban Susanti, pria dengan satu melati di pundaknya ini menyatakan masih didalami.

"Saksi kecelakaan, ada pengendara mobil yang menabrak dan dua kendaraan motor totalnya ada 6 orang. Dalam perkara kecelakaan kita periksa, kalaupun nanti ada kasus tentang pencurian dengan kekerasaan itu laporannya ada dua. Kan didahului dengan percobaan pencurian dulu sehingga terjadi kecelakaan," tuturnya.

"Jadi kesimpulannya nanti akan kita peroleh setelah gelar perkara dengan Lantas," sambung Yasir.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kematian korban tersebut diakibatkan kecelakaan.

"Yang pasti korban meninggal karena kecelakaan. Kecelakaan ini sendiri bisa faktor manusia dimana ibu itu bisa mendapatkan gangguan dari pengendara lain seperti percobaan jambret sehingga anak korban tidak konsentrasi membawa motor sehingga terjatuh," tuturnya. .

Sementara, suami Susanti, Muhammad Nasir (50) menyebutkan bahwa dirinya mengetahui peristiwa nahas itu tak lama usai kejadian.

"Saya mendapatkan telepon dari Kana Rizky. Namun saat dihubungi, anak saya bilang mereka nabrak dan saya disuruh untuk ke RS Bina Kasih," tutur Nasir.

Sesampai di RS Bina Kasih, Nasir mengungkapkan bahwa istrinya sudah meninggal dunia. Sementara anaknya mendapat masih mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Ia juga membeberkan barang-barang milik korban tidak ada yang hilang. Namun demikian, tali tas milik istrinya terputus.

"Jadi tas istri saya itu juga sudah terputus, itu bukti kalau memang dua orang tersebut berniat untuk mengambil tas dan paketnya," pungkas Nasir.

Cerita Korban

Sementara itu, Kana Rizky Ramadhani (18) tak kuasa menahan tangis menceritakan detik-detik peristiwa yang menewaskan ibunya.

Kana menuturkan, awalnya ia bersama ibu berangkat sekitar pukul 10.00 WIB ke Loket Putra Pelangi yang berada di Jalan Ring Road, untuk mengambil paket obat-obatan dari Pekanbaru.

"Jadi awalnya kami sama ibu itu berangkat naik kereta (sepeda motor) untuk ambil paket obat-obatan dari loket Putra Pelangi," ucap Kana.

Lalu, ia menerangkan sewaktu pulang dari loket ada dua orang pria yang mengendarai motor matic warna putih yang menyalip dari kanannya dan mencoba mengambil paket tersebut.

Sang ibu terkejut dan langsung berteriak.

"Jadi waktu sudah masuk Jalan Amal setelah lampu merah yang di bawah jembatan penyambung gedung kanan-kiri. Tiba-tiba dari kanan saya ada dua laki-laki yang mencoba mengambil paket itu. Lalu ibu saya terkejut gitu sambil teriak, ‘Kana, Masya Allah’. Saya terkejut, dan kami jatuh," ucap Kana.

Kana terjatuh ke kiri dan tertimpa sepeda motor, sedangkan ibunya terjatuh ke kanan dan tertabrak mobil.

"Saya jatuh ke kiri ketimpa kereta (sepeda motor), di situ memang kosong, tapi ibu saya jatuh ke kanan ada mobil jadi kelindas atau cuma nyenggol aja. Karena saya juga jatuh jadi saya tidak tahu keadaan ibu saya di belakang, saya cuma minta pertolongan sampai teriak-teriak," ucap Kana.

Kana juga menuturkan dirinya langsung ditolong warga.

Saat itu Kana melihat ibunya sudah tergeletak di jalan dan sudah bersimbah darah.

"Lalu saya ditepikan, waktu itu baru saya lihat ibu saya di jalan sudah tergeletak berdarah, wajahnya, hidungnya mengeluarkan darah dan dari lehernya juga. Padahal disitu ibu pakai masih pakai helm," ucap Kana.

Dengan kaki dan tangan yang terluka, Kana langsung berusaha menemui ibunya.

"Saya dengan keadaan pincang berdarah semua langsung berusaha nemuin ibu saya," tuturnya.

Ia menyebutkan bahwa dirinya sudah tidak lagi melihat paket tersebut ketika ibunya terjatuh.

"Saya udah tidak fokus sama paket itu tapi saya rasa diambil karena kami sudah terjatuh semua. Saya juga tidak tahu saya rasa udah diambil karena ibu saya juga tidak ada pegang paketnya lagi," tambahnya.

Selanjutnya, ia menjelaskan ibunya langsung dibawa ke Rumah Sakit Bina Kasih menggunakan pick up dan hingga akhirnya dinyatakan sudah meninggal oleh pihak rumah sakit.

(vic/tribunmedan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved