Pendeta Berkat Laoli Dukung Rencana Nias Jadi Pusat Pembibitan Babi untuk Restocking

Restocking itu akan dilakukan setelah daerah-daerah yang terjangkit dinyatakan bebas dari ASF.

Penulis: Satia |
Tribun Medan/Riski Cahyadi
Seorang petugas dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Karo menyemprotkan dessinfektan ke ternak babi di Desa Mulawari, Kecamatan Tigapanah, Kabupetan Karo, Sumatera Utara, Selasa (12/11/2019).TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI 

TRIBUN MEDAN.com - Anggota DPRD Sumut, Pendeta Berkat Laoli mendukung program pemerintah yang berencana menjadi Kabupaten Nias sebagai tempat pembibitan ternak babi.

Bibit babi dari Nias ini nantinya akan mengganti ternak babi di daerah-daerah yang saat ini terkena virus African Swine Fever ( ASF) atau demam babi Afrika.

Restocking itu akan dilakukan setelah daerah-daerah yang terjangkit dinyatakan bebas dari ASF.

"Saya pribadi mendukung rencana Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumatera Utara untuk menjadi kabupaten dan Kota Gunungsitoli sebagai tempat restcoking ternak babi," kata anggota dewan Daerah Pemilihan (Dapil) Nias ini, Sabtu (18/1/2020).

Dengan ditetapkannya Nias sebagai restocking area, ia berharap pemerintah harus benar-benar melakukan kajian terlebih dahulu, agar tidak menimbulkan masalah baru nantinya. Kemudian, jika program ini sudah berjalan, lokasi pembibitan tidak merusak lingkungan.

Atasi Virus ASF, Pemerintah Pilih Kabupaten Nias Jadi Lokasi Pembibitan Ternak Babi

Ketua PDHI Sumut Dukung Ternak Babi Dimusnahkan: Tidak Ada Cara Lain

"Tentu dengan harapan pembibitan ternak babi tersebut jika nantinya dilakukan di Pulau Nias, pihak pemerintah harus benar-benar sudah melakukan kajian dan penelitian terukur yang tidak akan menimbulkan masalah baru di masa yang akan datang, contohnya pemilihan lokasi peternakan yang memenuhi syarat lingkungan dan tidak menimbulkan konflik di masyarakat," ucapnya.

Selanjutnya, ia menyarankan kepada pemerintah untuk dapat memberdayakan masyarakat Nias sebagai peternak untuk pembibitan hewan ternak babi. Langkah ini diharapkannya, agar bisa masyarakat juga mendapatkan penghasilan tambahan.

"Kalau saya boleh menyarankan restcoking tersebut dilakukan dengan cara memberdayakan perternak rumahan yang sekarang rata-rata masyarakat Nias melakukannya sebagai usaha/bisnis tambahan keluarga-keluarga di pulau Nias," ujarnya.

Ia meminta Pemerintah Provinsi Sumatera Utara agar benar-benar memberikan bibit unggul kepada masyarakat serta pakan ternak yang cukup sebagai modal awal bagi masyarakat.

Sebagai anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara yang berasal dari dapil kepulauan Nias dirinya akan bersama mengawasi program tersebut agar tepat sasaran dan menghasilkan peningkatan ekonomi bagi masyarakat Pulau Nias dan tentunya menjadi sumber PAD bagi pemerintah setempat.

"Kita akan awasi seluruh penyaluran bibit dan bagaimana sistem operasi nantinya," ucapnya.

(cr19/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved