Harga Rokok Naik, Penjual Vape Meraup Untung, Penjualanya Meningkat Hingga 35 Persen
Tarif Cukai Hasil Tembakau (CHT) mengalami kenaikan tarif di awal tahun 2020. Hal ini diiringi dengan naiknya Harga Jual Eceran (HJE) rokok
TRIBUN-MEDAN.con - Tarif Cukai Hasil Tembakau (CHT) mengalami kenaikan tarif di awal tahun 2020. Hal ini diiringi dengan naiknya Harga Jual Eceran (HJE) rokok berkisar mencapai 30-35 persen.
Kenaikan harga ini tidak dipungkiri berpengaruh terhadap penjualan vape, pilihan lain pengganti rokok yang belum mengalami kenaikan harga.
"Penjualan dalam tiga hari ini mengalami peningkatan, ya. Karena banyak orang-orang yang biasa merokok gak mau beli rokok lagi, mahal katanya," ujar Tomy, seorang pekerja di Red Wires Vapor di Kompleks Tasbi Medan Sabtu (4/1/2020).
Ia menambahkan bahwa produk yang banyak diincar pengguna yaitu alat hisap pod system dan teras one. Harga alat isap yakni kisaran Rp 250 ribu.
"Biasa banyak yang beli pod system, teras one. Harga alat isap rata-rata Rp 250 ribu. Kalau liquid biasa 75 ribuan," ujarnya.
Tomy mengaku bahwa dirinya sangat mendukung kebijakan pemerintah karena meningkatkan usaha penjualan vape. Selain itu baginya naiknya harga rokok dapat memperbanyak jumlah pemakai vape.
"Ya bagus, jadi makin banyak perokok yang pindah ke vape kan, ya bagus lah pokoknya, mendukung," tuturnya.
Berdasarkan keterangannya, keuntungan yang didapat selama tiga hari semenjak Harga Jual Eceran rokok naik yakni mencapai Rp 22 juta. Pembeli vape paling banyak dari kisaran usia 21-30 tahun.
"Yang paling banyak beli sih yang masih muda-muda lah," tuturnya.
Terpisah, seorang pembuat sekaligus penjual koil vape, Ije mengatakan bahwa usahanya mengalami penurunan sejak satu bulan yang lalu dikarenakan para pengguna vape sudah mengenal pod system, di mana koil yang digunakan adalah buatan pabrik. Namun sejak 3 hari yang lalu semenjak harga rokok naik Ije menerangkan bahwa penjualannya meningkat.
"Harga rokok naik, jadi yang sebelumnya pengguna rokok beralih ke vape," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa usahanya masih terus langgeng karena karena banyak pelanggan yang masih setia menggunakan mod dengan koil manual.
"Kalau untuk usaha koil ini masih jalan, karena kan kenal-kenalan masih banyak yang pakai koil manual," pungkasnya.
(cr14)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/vape_20170129_205904.jpg)