Komentar Ustaz Yusuf Mansur soal Acara Reuni 212, Sebut Bisa Jadi Kalender Tahunan Wisata

Dai kondang Ustaz Yusuf Mansur memberikan komentar tentang acara Reuni 212 di kawasan Monumen Nasional (Monas) Jakarta, Senin (2/12/2019).

Editor: Juang Naibaho
Warta Kota/Ign Agung Nugroho
Ustaz Yusuf Mansyur 

Komentar Ustaz Yusuf Mansur soal Acara Reuni 212, Bisa Jadi Kalender Tahunan Wisata

TRIBUN-MEDAN.com - Dai kondang Ustaz Yusuf Mansur memberikan komentar tentang acara Reuni 212 di kawasan Monumen Nasional (Monas) Jakarta, Senin (2/12/2019).

Lewat akun Instagram-nya, Yusuf Mansur menyebut, Reuni 212 bisa menjadi kalender tahunan wisata, terutama untuk muslim Asean dan dunia.

Menurut dia, acara Reuni 212 bisa dijual sebagai kalender worldtravelling.

Dalam acara itu, dapat menampilkan atraksi-atraksi dari berbagai santri, penataan kuliner, hingga atribut kedaerahan.

"Reuni 212 bs jd kalender tahunan wisata. Wisata muslim asean dan dunia. Dijual sbg kalender worldtravelling. Keren banget. Plus atraksi2 dari berbagai santri, penataan kuliner, dan atribut2 kedaerahan," tulis pria berusia 42 tahun itu.

Masih menurut Yusuf Mansur, ada banyak hikmah yang bisa diambil dari acara Reuni 212.

Termasuk menjadi rizki tahunan bagi seluruh pedagang serta ekosistem/mata rantai ekonomi.

"Apa aja keren koq hikmahNya. Bismillaah walhamdulillaah. Jd rizki tahunan jg buat seluruh pedagang dan ekosistem/mata rantai ekonomi," lanjutnya.

Usai Antar Ortu Berangkat Umrah, Satu Keluarga Suami Istri dan Anak Tewas Kecelakaan di Tol Cipali

Heboh Atlet Dipulangkan karena Tak Perawan, Hotman Paris Sebut-sebut Masa Lalu Nadiem Makarim

VIRAL, Usai Beri Kejutan Ultah di Kantor Istri, Pria Ini Kecelakaan Hebat, Kini Terbaring Koma di RS

KRONOLOGI Imam Salat Tewas Terperosok Dalam Sumur, Lantai Musala Berbahan Bambu Tiba-tiba Jebol

Dalam postingannya, Yusuf Mansur juga mengunggah video suasana Reuni 212 pada pagi hari.

Dalam video tersebut, gema takbir dan salawat terdengar saling bersahutan.

Postingan Yusuf Mansur pun menuai komentar dari warganet, yang satu di antaranya sepakat dengan 'usulan' sang dai.

"Biar asyik jadi agenda 10 harian... tgl 2..12...22 setiap bulan. Biar bisa membantu rakyat kecil yg jualan," tulis akun @bangrome.

Komentar ini langsung dibalas Yusuf Mansur dengan menulis, "hahahaa. Cakep udah kalo bicaranya soal ekonomi effect."

Sejumlah tokoh hadir dan memberikan orasi dalam kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari ini.

Sebut saja Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang dielu-elukan para peserta aksi sebagai Gubernur Indonesia.

Anies Baswedan tiba sekira pukul 06.10 WIB, dan langsung disambut gema takbir. Dirinya juga dipanggil dengan sebutan 'Gubernur Indonesia'.

"Selamat datang Bapak Anies Baswedan, Gubernur Indonesia," ujar salah seorang pembawa acara dari atas panggung.

Pembawa acara tersebut juga meminta Anies Baswedan memimpin Indonesia, namun dirinya meminta Anies Baswedan tetap amanah memimpin Jakarta.

"Bapak Gubernur Indonesia. Sebelum 2024 mimpin Indonesia beneran, beliau harus tetap megang Jakarta, takbir!"

"Bapak H Anies Baswedan, alhamdulillah beliau telah hadir di tengah-tengah kita," tambah pembawa acara itu.

Selain Anies Baswedan, telah hadir pula Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon serta Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid.

Rizieq Shihab Beri Sambutan

Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab tidak hadir dalam acara Reuni 212 karena masih berada di Arab Saudi.

Meski demikian, Rizieq memberi sambutan dalam reuni Akbar 212 lewat video yang ditayangkan di layar dekat panggung utama.

Dalam sambutannya, dirinya mengaku dicekal Arab Saudi atas permintaan pemerintah Indonesia dan merasa tengah diasingkan di Arab Saudi.

Semula, Rizieq meminta maaf kepada massa 212 karena tidak bisa hadir di Monas dengan alasan masih dicekal oleh pemerintah Arab Saudi.

"Karena saya masih dicekal oleh pemerintah Saudi Arabia dengan alasan keamanan atas permintaan pemerintah Indonesia," kata Rizieq.

Rizieq mengatakan, ada dua pernyataan Duta Besar Arab Saudi, baik yang lama dan baru, untuk membuktikan keyakinannya, pencekalan atas permintaan pemerintah Indonesia.

"Apa yang sudah dikatakan Duta Besar Arab Saudi yang lama, yaitu Syekh Osama Al Shuaibi, beliau menyatakan, 'kami Saudi setiap saat siap untuk memberikan Habib Rizieq ke Indonesia'."

"Akan tetapi silakan Anda tanyakan tentang sikap dari pemerintah Anda sendiri,'" ucap Rizieq.

Selain itu, kata Rizieq, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia yang baru, Esam A Abid Athagafi mengungkapkan, tengah ada negosiasi antara Arab Saudi dan Indonesia mengenai dirinya.

Sudah Awal Desember, Apa Kabar Janji Jokowi soal Kasus Novel Baswedan? Ini Kata Wadah Pegawai KPK

Dua pernyataan berbeda tersebut, menurut Rizieq, bukti, dirinya tengah diasingkan oleh pemerintah Indonesia.

"Sebetulnya dua pernyataan dari dua duta besar Saudi baik yang lama atau yang baru itu sudah lebih dari sekadar pembuktian, lebih dari sekedar kesaksian."

"Pengakuan dari dua duta besar tersebut sudah cukup menjadi bukti bagi kita, pencekalan yang terjadi pada saya saat ini tidak lain dan tidak bukan adalah pengasingan oleh rezim penguasa Indonesia saat ini," tutur Rizieq.

Rizieq juga membantah ucapan Menko Polhukam Mahfud MD yang menyebut dirinya tidak pernah melaporkan masalahnya ke Pemerintah Indonesia.

"Bahwa pada saat terjadi pencekalan pihak yang pertama kali saya hubungi dan saya beritahukan adalah pihak otoritas pemerintah Republik Indonesia," kata Rizieq.

Bahkan, kata Rizieq, Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi mengirim utusan resmi ke kediamannya di kota Mekkah.

KKB Papua - Tiga Kelompok Berupaya Masuk Kota Wamena dan Buat Onar

Utusan yang dikirim ialah Ketua Pos Badan Intelijen Negara (BIN) yang ada di KBRI Riyadh, Arab Saudi untuk meminta keterangan Rizieq.

Menurut Rizieq, utusan tersebut juga meminta salinan dokumen dirinya seperti paspor dan visa.

"Bahkan, handphone dari pos BIN dari KBRI tersebut saya sempat bicara dengan Pak Dubes, saya sempat menawarkan Pak Dubes untuk mampir ke rumah saya untuk datang ke kota suci Mekkah," ujar Habib.

Rizieq juga mengaku diperintahkan oleh Dubes Indonesia untuk Arab Saudi untuk memberi keterangan selengkap-lengkapnya pada utusan KBRI tersebut.

"Apakah ini bukan laporan namanya?" ucap dia. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Yusuf Mansur Sebut Reuni 212 Bisa jadi Kalender Wisata Tahunan

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved