KKB Papua - Tiga Kelompok Berupaya Masuk Kota Wamena dan Buat Onar
Aparat TNI mengendus adanya rencana kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua, untuk berbuat onar di Wamena, Kabupaten Jayawijaya.
Tiga KKB Papua Berupaya Masuk Kota Wamena dan Buat Onar
TRIBUN-MEDAN.com - Aparat TNI mengendus adanya rencana kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua, untuk berbuat onar di Wamena, Kabupaten Jayawijaya.
Kelompok separatis tersebut berusaha memasuki Wamena terkait ulang tahun Organisasi Papua Merdeka (OPM) pada 1 Desember 2019 kemarin.
"Sebelumnya memang ada yang berusaha masuk ke wilayah Wamena dan ada beberapa isu maupun informasi kalau mereka berusaha masuk Kota Wamena dan akan membuat keributan," ujar Komandan Kodim 1702/Jayawijaya Letkol Inf Candra Dianto saat dihubungi, Senin (2/12/2019).
Menurut dia, yang mencoba masuk ke Wamena berasal dari beberapa kelompok separatis di beberapa kabupaten sekitar Jayawijaya.
Usaha KKB Papua masuk ke Wamena juga melalui berbagai jalur, sesuai tempat mereka berasal.
"Ada beberapa pintu masuk ke Wamena yang coba KKB lalui, seperti di jalur Habema, Pelebaga, Gunung Susu, Muai, Kuburan Lama dan Kimbim. Ini sudah kita antisipasi," kata Candra.
Menurut informasi, kelompok tersebut merupakan KKB Papua dari Puncak Jaya, Lanny Jaya dan Ndugama.
• Usai Antar Ortu Berangkat Umrah, Satu Keluarga Suami Istri dan Anak Tewas Kecelakaan di Tol Cipali
• Heboh Atlet Dipulangkan karena Tak Perawan, Hotman Paris Sebut-sebut Masa Lalu Nadiem Makarim
• KRONOLOGI Imam Salat Tewas Terperosok Dalam Sumur, Lantai Musala Berbahan Bambu Tiba-tiba Jebol
Informasi mengenai upaya KKB masuk ke Wamena, menurut Candra, berasal dari berbagai sumber, mulai dari intelijen hingga laporan dari masyarakat.
Dari laporan-laporan tersebut, aparat gabungan TNI-Polri mengambil langkah antisipasi dengan memperketat penjagaan di sejumlah titik.
"Kita sudah mengantisipasi dan melakukan gelar pasukan secara besar-besaran, sekitar 1.700 personel TNI-Polri. Kita juga melakukan patroli dengan diikuti kendaraan taktis Anoa dan kendaraan TNI-Polri yang ada di Wamena," tutur Candra.
Patroli dan unjuk kesiapan dilakukan untuk menunjukan kepada masyarakat bahwa TNI dan Polri siap bertugas menjaga keamanan di Wamena.
"Sekitar H-5 dan H-4 dari 1 Desember, ada beberapa informasi mereka (KKB Papua) akan coba masuk. Namun karena kesiapan TNI-Polri, sampai saat ini mereka tidak berani masuk," kata Candra.
Meski KKB Papua sempat berupaya masuk ke Kota Wamena, tidak terjadi kontak fisik secara langsung antara mereka dengan aparat keamanan pada 1 Desember 2019.
"Satgas TNI yang sudah disiagakan di beberapa titik berhasil menghalau pergerakan KKB, meski tidak pernah ada kontak senjata," kata Candra.
• VIRAL, Usai Beri Kejutan Ultah di Kantor Istri, Pria Ini Kecelakaan Hebat, Kini Terbaring Koma di RS
• Anies Baswedan Disambut Meriah di Acara Reuni 212, Koreksi Peserta Mencapai Jutaan Orang
Teror Tembakan di Freeport
Sementara itu, teror penembakan yang dilakukan orang tidak dikenal terjadi di area pertambangan PT Freeport Indonesia di Area Mile 60 RPU 47, Distrik Tembagapura, Papua, Sabtu (30/11/2019).
Teror penembakan ini terjadi sehari jelang Hari Ulang Tahun Organisasi Papua Merdeka (HUT OPM) pada 1 Desember 2019.
Kepala Penerangan Kodam XVII/ Cenderawasih Kolonel Cpl Eko Daryanto membenarkan adanya gangguan keamanan yang berasal dari penembakan tersebut.
Diduga, pelaku penembakan dilakukan oleh kelompok separatis bersenjata pimpinan Hengki Wamang.
Kepala Penerangan Kodam XVII/ Cenderawasih Kolonel Cpl Eko Daryanto membenarkan adanya gangguan keamanan yang berasal dari penembakan tersebut.
Diduga, pelaku penembakan dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Hengki Wanmang.
Menurut Eko, awalnya sekitar pukul 15.30 WIT, mobil patroli zona delta bergerak dari mile 64 menuju mile 58 dengan membawa tiga orang.
Masing-masing yakni, Mathew Philips (warga negara asing), Ramdhani (driver 01-4762) dan Latief (01-3261R).
• Beredar Video Pengemis yang Masih Anak-anak Dipukul karena Kurang Setoran
• Dosen Ini Ditolak Mahasiswanya Karena Berbeda Agama, Kegiatan Belajar Mengajar Diboikot
Mereka akan menunggu dan menjemput bis dari Terminal Gorong-gorong Kota Timika.
Selanjutnya, pada pukul 15.50 WIT, terjadi penembakan di area Mile 60 yang dilakukan oleh orang tak dikenal terhadap kendaraan LWB delta zona dengan nomor lambung 01-4762.
"Mendengar aksi penembakan yang dilakukan oleh OTK tersebut, pada pukul 16.00 WIT, Tim Satgas TNI-Polri langsung bergerak menuju Mile 60 untuk memberi bantuan dan mengamankan lokasi, serta melakukan pemantauan sekitar area Mile 60,” kata Eko dalam keterangan tertulis, Sabtu malam.
Eko mengimbau kepada Satgas TNI-Polri agar lebih waspada terhadap aksi-aksi yang dilakukan oleh kelompok-kelompok kriminal.
Namun, isu teror tembakan ini dibantah Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw.
"Kemarin informasi yang kami diterima ada penembakan di Mile 60 sedang setelah diselidiki diperkirakan bukan suara tembakan, tapi ada lemparan batu kerikil ke kendaraan dengan kecepatan tinggi," ujar Paulus Waterpauw di Jayapura, Minggu (1/12/2019).
Dia memastikan informasi awal menyebutkan telah terjadi penembakan terhadap kendaraan pengawalan Delta Zona dengan no lambung 01-4762 oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di sekitar Mile 60 RPU 47, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, tidak benar.
"Kendaraan milik PT Freeport yang sebelumnya diberitakan telah ditembaki setelah diperiksa tidak adanya tanda kerusakan dan tidak ditemukan selongsong peluru," tegasnya.
Menurut dia, area Freeport telah dijaga ketat aparat, sehingga sulit kemungkinan KKB Papua beraksi di wilayah tersebut.
(Kompas.com/ Kontributor Jayapura, Dhias Suwandi)
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul 3 Kelompok Separatis Berusaha Masuk ke Wamena Jelang HUT OPM, Lewat Sejumlah Jalur
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kkb-papua-34.jpg)