Viral Medsos
Viral Kisah Pria yang Tak Hadiri Wisuda, Pilih Kenakan Toga Temani Ibu yang Idap Kanker
Alih-alih menghadiri pesta bersama teman-temannya, seorang pemuda mengenakan toga dan jubah wisuda rayakan wisuda bersama sang ibu yang idap kanker.
Viral Kisah Pria yang Tak Hadiri Wisuda, Pilih Kenakan Toga Temani Ibu yang Idap Kanker
Seorang pemuda memilih merayakan wisuda di rumah alih-alih menghadiri pesta bersama teman-temannya. Pemuda tersebut mengenakan toga dan jubah wisuda rayakan wisuda bersama sang ibu yang idap kanker.
TRIBUN-MEDAN.com - Kisah viral hari ini tentang seorang pemuda yang memilih merayakan gelar kedokterannya di rumah alih-alih menghadiri pesta bersama teman-temannya. Pemuda tersebut mengenakan toga dan jubah wisuda rayakan wisuda bersama sang ibu yang idap kanker.
Kisah viral hari ini tentang seorang pemuda yang memilih merayakan wisuda di rumah alih-alih menghadiri pesta bersama teman-temannya.
Pemuda tersebut mengenakan toga dan jubah wisuda rayakan wisuda bersama sang ibu yang idap kanker.
Dia mengatakan hari itu dia lulus dan mendapat gelar kedokteran.
Namun sang ibu tidak bisa hadir di wisudanya karena sedang berjuang melawan kanker payudara stadium 4.
Tidak tega meninggalkan ibu sendirian, Cerapcapiq kemudian memutuskan tak hadir di pesta wisudanya dan merayakan dengan sang ibu di rumah.
Dia mengunggah foto bersama sang ibu.
Cerapcapiq mengenakan jubah wisuda berwarna biru dan toga hitam.
Terlihat sang ibu berada di ranjang sakit sementara Cerapcapiq berdiri dengan merangkulkan lengannya.
Cerapcapiq juga meminta doa warganet untuk kesembuhan ibunya.
“Hari ini, saya lulus dengan gelar kedokteran (MBBS),
tetapi ibu saya tidak dapat menghadiri upacara tersebut karena ia berjuang melawan kanker payudara stadium 4.
Karena itu, saya mengambil foto kelulusan saya di rumah.
Tolong doakan kesehatan ibuku."
Para warganet lantas menuliskan doa untuk kesembuhan ibu Cerapcapiq.
Dia mengatakan ibunya membaca semua komentar tersebut.
cerapcapiq
Thanks all for the wishes. My mom read them and really thankful for all of you. Sorry I unable to reply to all of your comments.
Cuitan Cerapcapiq tersebut mendapatkan lebih dari 1,2 ribu komentar.
Para warganet memujinya sebagai anak yang berbakti pada orang tua.
MetaBambi
Seorang teman saya mengalahkan kanker dan semuanya dimulai dengan perubahan sikapnya,
Anda tetap menjadi orang yang menyemangati Anda,
dunia membutuhkan orang untuk mengangkat daripada menjatuhkan semua orang.
Lurker Patrol
Pastinya. Dia sangat bangga padamu dan dia akan melawan ini sehingga dia bisa melihatmu berkembang!
s4kzh
Semoga Allah memberkati Anda dan ibumu! Insha Allah dia akan baik-baik saja dan perawatannya akan berhasil! Semoga Anda memiliki dia dan berkahnya dengan Anda!
ShinePDX
Aku yakin ibumu sangat bangga padamu, berharap dia memenangkan pertarungannya dan bisa melihatmu melakukan hal-hal besar.
rmscal
jangan khawatir. dia sangat senang hidup untuk melihat hari itu.
ha002
Semoga Allah melindungi Anda berdua dan saya berdoa untuk pemulihan yang sangat cepat! Saya yakin prestasi Anda telah mengangkat semangatnya sangat!. (Tribunstyle.com/Yuliana Kusuma)
Viral Ayah Pergi Selamanya, Unggahan Pilu Adik Bungsu Tak Datang Wisuda - Puisi 'Penipu Itu Abah'
Pria yang merupakan anak bungsu dari 8 bersaudara tersebut tak didampingi sang ayah karena ayahnya meninggal 3 hari sebelum kelulusannya.
Karena hal tersebut, dia memutuskan untuk tak menghadiri wisuda kelulusannya.
Kisah ini bermula dari unggahan Muslim Awang di twitter pada Selasa (8/10/2019).
Awang mengunggah story Instagram dari adik bungsunya, Abdullah Munzir.
Awang menuliskan bahwa ayah mereka meninggal 3 hari sebelum kelulusan Munzir.
Pada hari kelulusannya, Munzir mengunggah 8 insta story yang masing-masing adalah momen wisuda kakak-kakaknya bersama ayah dan ibu.
Pada foto kesatu hingga foto ketujuh semua adalah foto momen wisuda.
Namun pada story kedelapan yang mana harusnya momen wisuda dirinya, Munzir hanya menuliskan pesan memilukan.
Pada latar belakang hitam Munzir membuat pesan dengan tulisan putih.
Munzir mengatakan bahwa hari ini adalah hari kelulusannya sebagai anak bungsu dari 8 bersaudara.
Namun dia memilih tak pergi ke wisuda dan menemani ibunya yang masih berduka karena baru saja kehilangan suami.
Munzir juga mengatakan bahwa sang ayah tidak perlu khawatir karena dirinya dulu adalah siswa yang baik di kelas.
Munzir juga mengucapkan terimakasih kepada sang ayah yang telah tiada karena telah membina dan menjadikan dirinya dan para kakaknya sebagai warga negara yang berguna.
Munzir berharap kesuksesan dirinya dan para kakaknya akan membuat ayahnya bahagia.
“Hari ini, anak bungsu kamu lulus tetapi aku tidak pergi karena aku ingin menemani ibu.
Tapi kamu tidak perlu khawatir, ayah, dulu aku adalah salah satu siswa yang paling 'berkuasa' di kelas.
Terima kasih telah membina kita semua untuk menjadi warga negara yang berguna.
Kami berharap kesuksesan kami akan selalu membuat Anda tersenyum. Al-Fatihah. "
Selain mengunggah insta story adik bungsunya, Awang juga membagikan status WhatsApp dari saudaranya ke-7 yang memilukan.
Ayahnya mempercayakan usaha keluarga kepada putra ketujuhnya.
Maka dari itu mereka bertemu di tempat kerja setiap harinya.
Pada satu foto status WhatsApp adik ketujuhnya mengunggah ayah mereka sedang duduk di meja kerja dan bekerja seperti biasa.
Adik ketujuhnya juga menuliskan caption,'Ayah!'
Namun pada hari itu adik ketujuhnya hanya mengunggah meja kerja kosong yang tak lagi diduduki sang ayah.
Pada foto tersebut adik ketujuhnya menuliskan pesan pilu yang memuat kerinduan kepada sang ayah.
"Di mana ayah? sekarang sudah jam 8, kamu seharusnya sudah mulai bekerja sekarang," tulis adik ketujuhnya.
Mereka menganggap ayah adalah pahlawan bagi mereka.
Mendiang ayah mereka adalah seorang inspirasi yang membuat Awang menuliskan banyak puisi tentangnya.
Saat ini kedelapan anak tersebut merasa sangat merindukan ayah mereka.
Namun mereka merasa lega karena sudah berhasil mewujudkan keinginan terbesar almarhum ayah mereka.
Mereka beraktivitas seperti biasa, saling berpelukan menguatkan satu sama lain, dan mendoakan ayah mereka yang telah tiada.
Pada unggahan twitternya Awang banyak menuliskan momen-momen bersama ayah mereka sebelum tiada.
Pada saat itu ayahnya sangat bahagia dan pada hari itu pula terakhir kali Awang memeluk sang ayah.
"Dan... Ni 14 September lepas, abah di Majlis kenduri aku.
Masa ni dia happy sangat, last aku peluk dia masa dia sedar sebelum dia balik Kelantan,
3 hari aku kat mersing balik abah dah tak sedarkan diri, aku tak sempat borak dengan abah, tak sempat dia nak bergurau."
Awang juga membagikan beberapa foto puisi yang dia buat berkat inspirasi sang ayah.
Unggahan Awang tersebut menjadi viral di dan telah dibagikan hingga lebih dari 19 ribu retweet dan mendapat lebih dari 15 ribu likes.
"Puisi ni aku tulis tahun lepas untuk abah, walaupun aku tak pandai menulis tapi aku tulis saat aku rindu dia," tulis Awang. (Tribunstyle.com/Yuliana Kusuma)
#Viral Kisah Pria yang Tak Hadiri Wisuda, Pilih Kenakan Toga Temani Ibu yang Idap Kanker
Artikel Ini Sudah Tayang di Tribunstyle.com dengan Judul Viral Pemuda Dapat Gelar Kedokteran Tak Hadiri Wisuda, Kenakan Toga & Rayakan dengan Ibu Idap Kanker
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/viral-kisah-pria-yang-tak-hadiri-wisuda-pilih-kenakan-toga-temani-ibu-yang-idap-kanker.jpg)