Separatis Catalunya Disebut Rencanakan Sabotase Duel El Clasico, Joan Laporta Salahkan Barcelona
Mantan Presiden Barcelona, Joan Laporta, angkat bicara tentang penundaan duel klasik Barcelona vs Real Madrid. Ia menyalahkan Blaugrana
Separatis Catalunya Disebut Rencanakan Sabotase Duel El Clasico, Joan Laporta Salahkan Barcelona
TRIBUN-MEDAN.com - Mantan Presiden Barcelona, Joan Laporta, angkat bicara tentang penundaan duel klasik Barcelona versus Real Madrid.
Meski pernah menjadi bos di Barcelona, Joan Laporta ternyata menyalahkan Blaugrana atas penundaan laga El Clasico itu.
Surat kabar El Mundo melaporkan bahwa jika tetap digelar, laga El Clasico ternyata bisa kacau.
Sebab, kelompok separatis Catalunya, Committee for the Defence of the Republic (CDR), sudah berencana akan melakukan sabotase.
Cara yang akan dilakukan adalah menutup semua akses jalan yang akan dilalui Real Madrid dari hotel menuju stadion, dan juga memutus sinyal televisi dari Camp Nou.
• Vas Bunga yang Dibeli Rp 17 Ribu Berhasil Terjual Rp 8,6 Miliar, Ternyata Milik Kaisar Qianlong
• Hotman Paris Pernah Singgung Soal Pensiun, Ini Alasannya Masih jadi Pengacara
• Jadi Anggota TNI Gadungan, Kuli Bangunan Perdaya Tiga Janda, Ajak Intim dan Kuras Harta Korban
Sedianya laga Barcelona vs Real Madrid berlangsung di Stadion Camp Nou, 26 Oktober lalu.
Namun, laga akhirnya ditunda menyusul situasi politik di Catalan pascavonis Mahkamah Agung Spanyol terhadap para pemimpin gerakan separatis Catalunya.
Pada awalnya, lokasi El Clasico ingin ditukar dengan menjadikan Real Madrid tuan rumah lebih dulu.
Namun, Barcelona menolaknya.
Alhasil, laga akhirnya diputuskan digeser ke tanggal 18 Desember.
Mantan Presiden Barcelona, Joan Laporta, menuduh bahwa penundaan laga El Clasico disebabkan oleh klub yang pernah dia pimpin itu.
• Pembunuh Wanita Driver Ojol Dibekuk, Warga Emosi dan Maki-maki Pelaku Saat Disuruh Cari Bukti Pisau
• Bangkai Babi Jadi Momok di Sergai, Warga: Tiap Menit Ada Bangkai Lewat Sungai Bedagai
Dilansir dari Marca, Joan Laporta menuding kesalahan ada pada pihak Barcelona.
Pasalnya, pertandingan sengit antara kedua klub raksasa itu bisa saja berlangsung sesuai jadwal karena Real Madrid bersedia untuk tetap bermain.
Sayangnya, Barcelona tidak setuju dan memilih laga El Clasico itu dibatalkan.
"Saya pikir pertandingan ini harus dimainkan (sesuai jadwal), mereka tidak memberikan keadaan luar biasa untuk mengubah tanggal," kata Laporta dikutip Marca.
"(Barcelona) salah karena mereka mengkriminalisasi gerakan dan mengedepankan politik daripada pertandingan sepak bola yang selalu memiliki konotasi politik. Selalu seperti ini," tambah dia.
Menurut Laporta, soal keamanan seharusnya menjadi hal yang tak perlu diragukan lagi karena laga El Clasico sudah sering terjadi.
• CHILE MENCEKAM, Massa Jarah Gereja dan Bakar Universitas, 20 Demonstran Tewas dan 2.500 Terluka
• Usai Kena Sindir Pelukan, Surya Paloh Sebut Nasdem Paling Setia Dampingi Jokowi
"Keselamatan selalu dijamin dalam pertandingan-pertandingan ini," ujar presiden Barcelona dari tahun 2003 hingga 2014 ini.
"Barcelona sudah merencanakan (keamanan) dan Real Madrid tidak keberatan dengan itu," kata dia lagi.
"La Liga memiliki kepentingan politik untuk memperbesar situasi tertentu dan membesar-besarkan apa yang terjadi. Ini adalah cara terburuk untuk melewatinya."
"Barcelona bersalah dalam situasi ini. Orang-orang dikriminalisasi dan ini adalah kesalahan," tutur dia menambahkan. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kelompok Separatis Catalunya Ternyata Berniat Kacaukan El Clasico"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/barcelona-menjamu-real-madrid_20180507_134233.jpg)