Jokowi Usulkan Komjen Idham Azis Jadi Kapolri, Penumpas Dr Azhari Tercatat Punya Harta Rp 5,5 Miliar
Sosok pengganti Jenderal Tito Karnavian untuk jabatan Kapolri, mulai terkuak. Presiden Joko Widodo sudah mengajukan usulan calon Kapolri ke DPR RI.
SOSOK pengganti Jenderal Tito Karnavian untuk jabatan Kapolri, mulai terkuak.
Presiden Joko Widodo sudah mengajukan usulan calon Kapolri ke DPR RI.
Nama yang diusulkan adalah Komisaris Jenderal (Komjen) Pol Idham Aziz, yang sejak 22 Januari 2019 menjabat sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal Polri.
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengakui surat Presiden Jokowi untuk pencalonan kapolri baru sudah masuk ke parlemen.
"Sudah masuk suratnya (calon Kapolri), Pak Idham Azis," kata Sufmi Dasco Ahmad kepada awak media, Rabu (23/10/2019).
Rencananya fit dan proper test akan digelar pekan depan oleh Komisi III DPR RI.
Tito Karnavian sebelumnya juga mengatakan surat pergantian dirinya sebagai orang nomor satu di Korps Bhayangkara sudah dikirim ke DPR hari ini, Rabu (23/11/2019).
"Sudah dikirim hari ini ke DPR," ucap Tito di Istana Merdeka.
Tito tak menjawab saat ditanya siapa yang akan menggantikannya sebagai Kapolri.
Namun, ia tidak membantah saat dikonfirmasi bahwa Kabareskrim Komjen Idham Aziz yang akan menggantikannya sebagai Kapolri.
"Saya dengar gitu," ucapnya.
Baca: Susi Pudjiastuti Terdepak dari Kabinet Jokowi, Cuitan Bu Susi Jadi Trending di Twitter
Baca: Jadwal & Link Live Streaming Liga Champions: Barcelona, Chelsea, Liverpool, Inter Milan Malam Ini
Baca: RESMI - Inilah Daftar Lengkap Nama-nama Menteri dan Anggota Kabinet Indonesia Maju Periode 2019-2024
Harta Rp 5,5 Miliar
Dikutip dari website KPK, Idham Azis terakhir kali membuat Laporan Harta Kekayaan Peenyelenggara Negara (LHKPN) pada Desember 2018.
Berdasarkan LHKPN yang dilaporkan, Idham Azis tercatat punya harta sekitar 5,5 miliar.
Sebagian besar harta calon jenderal bintang empat itu berupa tanah dan bangunan, totalnya mencapai Rp 3.458.937.000.
Dari 9 aset tanah dan bangunan yang dimiliki Idham Azis, delapan di antaranya berada di Depok.
Ada juga aset satu bidang tanah di Kendari.
Berikut di antaranya aset Idham Azis di Depok;
Tanah dan bangunan seluas 1.338 meter persegi (M2)/200 M2 bernilai Rp 912.106.000.
Kemudian tanah dan bangunan seluas 421 m2/300 m2 senilai Rp 586.077.000.
Tanah dan bangunan seluas 98 m2/50 m2 senilai Rp 108.346.000.
Tanah dan bangunan seluas 410 m2/100 m2 bernilai Rp 258.340.000.
Sedangkan di Kendari, Idham Azis mempunyai tanah seluas 9.932 m2 senilai Rp 99.350.000.
Aset Idham Azis berupa alat transportasi antara lain, Toyota Innova Venturer Tahun 2017 senilai Rp 380 juta.
Kemudian Toyota Kijang Innova 2.4 Q A/T Tahun 2016 bernilai Rp 350 juta.
Sedangkan harta berupa kas dan setara kas tercatat sebesar Rp 834.871.813.
Baca: AKHIRNYA Mahfud MD Legawa Membongkar Kronologi Dirinya Dipilih Jadi Menteri oleh Jokowi
Baca: Said Didu Sasar Prabowo dan Jokowi: Ingat Korban Nyawa Persaingan Bapak Berdua
Sepak Terjang Idham Azis
Saat ini Komjen Idham Azis menjabat Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri.
Sebelumnya, Idham Aziz berpangkat inspektur jenderal (Irjen) tatkala menjabat Kapolda Metro Jaya.
Kenaikan pangkat satu tingkat ini dilakukan usai dirinya dimutasi menggantikan Komjen Arief Sulistyanto sebagai Kabareskrim.
Acara serah terima jabatan sendiri sudah dilakukan pada Kamis (24/1/2019).
Idham Azis adalah mantan Wakil Kepala Densus 88 Antiteror.
Dikutip dari wikipedia, Idham Azis merupakan lulusan Akpol tahun 1988 dan berpengalaman dalam bidang reserse.
Ia termasuk polisi yang mendapat kenaikan pangkat cukup cepat saat tergabung dalam tim Bareskrim, dengan prestasi melumpuhkan teroris Dr Azahari dan kelompoknya di Batu, Jawa Timur, pada tanggal 9 November 2005.
Ia bersama dengan para kompatriotnya, Tito Karnavian, Petrus Reinhard Golose, Rycko Amelza Dahniel, dan kawan-kawan, mendapat penghargaan dari Kapolri saat itu, Jenderal Sutanto.
Pada malam tanggal 10 November 2005, Brigjen Surya Dharma memanggil dan memerintahkan Idham Azis untuk berangkat ke Poso.
Baca: Najwa Shihab Bicara Prabowo Jadi Menteri, Ingat Ucapan Adian Napitupulu hingga Ramalan Santri
Baca: Pembunuhan Sales Mobil - Para Pelaku Sempat Bagi-bagi Uang Rampasan Seusai Habisi Korban
Keesokan harinya, Idham Azis terbang dari Surabaya menuju Palu dan tiba di Poso pada sore harinya untuk langsung bergabung dengan Tito Karnavian yang sudah berada di sana.
Tito Karnavian memintanya untuk menjadi wakilnya dalam kasus investigasi mutilasi tiga gadis yang terjadi di Poso.
Per tanggal 12 November 2005, Idham Azis resmi menjadi Wakil Ketua Satgas Bareskrim Poso, mendampingi Tito Karnavian.
Kemampuannya di bidang anti-terorisme membuat Kapolri mempercayakan Idham menjabat di Sulawesi Tengah, yang rawan dengan kelompok sipil bersenjata.
Pada Februari 2016, Idham Azis kemudian dimutasi menjadi Inspektur Wilayah II Inspektorat Wilayah Umum Polri.
Tujuh bulan berselang, ia dipercaya mengemban jabatan Kepala Divisi Profesi & Pengamanan Polri
Pada Juli 2017, Idham Azis dipromosikan menjadi Kapolda Metro Jaya.
Karier Idham Azis terus bersinar. Januari 2019, ia didapuk sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal Polri.
Kini, 23 Oktober 2019, Idham Azis diusulkan menjadi Kapolri menggantikan Tito Karnavian. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kapolda-metro-irjen-idham-azis_20180404_165734.jpg)