Alamak
Petaka Bermain Ponsel Kelamaan dan Bermalas-malasan di Kamar, Mahasiswa 21 Tahun Nyaris Tewas
Petaka Bermain Ponsel Kelamaan dan Bermalas-malasan di Kamar, Mahasiswa 21 Tahun Nyaris Tewas
Petaka Bermain Ponsel Kelamaan dan Bermalas-malasan di Kamar, Mahasiswa 21 Tahun Nyaris Tewas
Dia akan selalu mencari alasan untuk tidak keluar dari kamar asramanya dan hanya akan tinggal di sana sepanjang hari untuk belajar dan bermain game.
TRIBUN-MEDAN.com - Kehadiran teknologi, besar manfaatnya bagi kehidupan manusia.
Ini karena teknologi menawarkan banyak kemudahan.
Namun, kehadiran teknologi yang memanjakan juga membuat seseorang menjadi malas.
Seperti mahasiswa 21 tahun asal Zhejiang, Tiongkok.
Karena kebiasaan bermain ponsel dan hanya menetap di kamar saja, dia hampir kehilangan nyawanya.
Melansir Sohu via World of Buzz, pemuda itu diketahui bernama Ah Wah.
Dia merupakan seorang mahasiswa.
Setiap hari, dia banyak menghabiskan waktu untuk bermain ponsel dan berbaring di tempat tidur asrama.
Dia akan selalu mencari alasan untuk tidak keluar dari kamar asramanya dan hanya akan tinggal di sana sepanjang hari untuk belajar dan bermain game.
Dia bahkan akan meminta teman sekamarnya untuk membeli makanan untuknya karena dia terlalu malas untuk keluar sendiri.
Pada Minggu (8/9/2019) sekitar pukul 11 malam, Ah Wah tiba-tiba merasakan tekanan besar di dadanya.
Perasaan ini yang membuatnya merasa seperti tercekik dan dia tidak bisa bernapas.
Untungnya, teman-teman di kamar memperhatikan kesulitannya dan memanggil ambulans.
Sekitar 10 menit kemudian, ambulans datang dan membawa Ah Wah, yang beratnya hampir 90 kg, ke rumah sakit.
Paramedis memberikan pertolongan pertama tetapi Ah Wah tiba-tiba kehilangan kesadaran.
Sesampainya di rumah sakit, dokter menyebut bahwa Ah Wah terkena serangan jantung.
Selama 10 menit mereka memberikan CPR, Ah Wah akhirnya sadar.
Namun tak, kondisi yang sama terjadi, Ah Wah kehilangan detak jantung.
Akhirnya dokter spesialis memeriksa dan menentukan penyebab detak jantungnya yang tidak stabil.
Akhirnya, mereka menemukan bahwa Ah Wah memiliki banyak gumpalan darah di arteri pulmonalisnya, yang menghalangi saluran keluar jantungnya.
Para dokter segera memberikan obat antikoagulan kepada Ah Wah yang menyelamatkan dirinya.
Ah Wah akhirnya sadar, dan meneteskan air mata.
Dia mengucapkan terima kasih pada dokter yang menyelamatkan.
Direktur ICU yang bertanggung jawab atas kasus Ah Wah mengatakan bahwa kondisi ini kemungkinan disebabkan oleh kebiasaan hidup yang tidak sehat, dan jarang olahraga.
Setelah mendengar ini, Ah Wah berjanji untuk menurunkan berat badan agar tetap bugar.
(Tribun-medan.com/ Sally Ayunda Siahaan)
#Petaka Bermain Ponsel Kelamaan dan Bermalas-malasan di Kamar, Mahasiswa 21 Tahun Nyaris Tewas
Suka Bermalas-malasan Sambil Bermain Ponsel, Mahasiswa 21 Tahun Terkena Serangan Jantung
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/main_ponsel_sambil_tiduran.jpg)