Kontrak Mohamadou Al Hadji Tak Diperpanjang, Doakan PSMS Lolos ke Liga 1
Mohamadou Al Hadji didepak dari PSMS Medan setelah hanya menjalani putaran pertama Liga 2.
Penulis: Ilham Fazrir Harahap |
TRIBUN-MEDAN.com - Mohamadou Al Hadji didepak dari PSMS Medan setelah hanya menjalani putaran pertama Liga 2. Kontraknya tak diperpanjang oleh manajemen.
Setelah dicoret dari PSMS, Al Hadji mengaku tak kecewa.
Menurutnya, pemutusan kontrak oleh sebuah tim adalah peristiwa biasa bagi pemain.
"Itu hal biasa, bukan pertama kali aku dikeluarin dari tim. Yang penting aku tenang di sini. Karena walapun aku berhenti di tim ini aku bawa puncak tim ini ke puncak klasemen."
"Aku delapan kali main sekali kalah, empat kali menang, dua kali seri. Hanya satu kali kalah doang. Aku main tiga kali di luar sekali draw, prestasi luar biasa. Alhamdulillah," ujar Al Hadji di Medan, Sabtu (17/8/2019).
Baca: Pelatih PSMS Siap Berikan Keterangan ke PSSI Soal Pengakuan Wasit Candra yang Diancam Pakai Pistol
Baca: Sudah Dibelikan Tiket PSMS Medan Kedatangan 4 Pemain Baru Hari Ini, Ada Nama Bruno Casimir
Baca: PSMS Medan Hanya Bertengger di Posisi Ke-3 Klasemen Wilayah Barat, Gurning Tetap Apresiasi Pemain
"Yang penting saya tetap sehat, tidak ada cedera dan sebagainya. Aku tetap doakan tim ini targetnya tercapai. Insya Allah sesuai target PSMS lolos ke Liga 1," tambahnya.
Usai keluar dari Medan, Al Hadji mengaku sudah ada sekitar enam klub yang mendekatinya. Namun, ia enggan membeberkan nama tim baru yang dipilihnya nanti.
“Aku belum bisa kasih nama, karena profesional. Doa saja, saya biar ada rezeki buat keluarga. Aku masih lihat klub yang negonya lebih baik ke depan yang butuh jasa saya. Mungkin Senin bisa konfirmasi kemananya (pilihan klubnya),” ungkapnya.
Selama di Medan, Hadji mengaku cukup senang. Termasuk perlakuan suporter PSMS terhadapnya. Hal yang tak sulit dilupakannya sikap suporter yang tetap terima lapang dada ketika timnya menelan kekalahan.
“Aku baru pertama kali kenal suporter kayak di Medan karena biasanya kalau tim kalah suporter marah atau bikin hal yang tidak-tidak. Tapi pertama kita kalah lawan Cilegon di kandang, suporter enggak marah. Mereka tetap kasih semangat. Itu suporter yang bisa bikin sepak bola maju," pungkasnya.
(lam/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/mohamadou_al-hadji_psms.jpg)