Fiona Sari Utami, Perempuan Harus Percaya Diri dan Pantang Menyerah

"Sebenarnya saya waktu kecil itu tidak terbayang bekerja di perusahaan pelabuhan," kata Vice President Public Relations PT Pelabuhan Indonesia I.

Tribun Medan/Risky Cahyadi
Vice President (VP) Public Relations (PR) PT Pelabuhan Indonesia I atau Pelindo I, Fiona Sari Utami 

TRIBUN-MEDAN.com-Vice President (VP) Public Relations (PR) PT Pelabuhan Indonesia I Fiona Sari Utami percaya saat ini kaum perempuan punya kesempatan yang besar untuk punya pendidikan dan karier yang tinggi.

"Yang paling penting adalah kita sebagai perempuan itu harus mandiri, percaya diri, banyak belajar dan punya potensi. Perempuan itu jangan takut, saya berharap kita sebagai perempuan, percaya kalau kita punya kesempatan yang banyak dalam pekerjaan dan pendidikan," ucap Fiona.

Sebagai Humas Pelindo I, Fiona berusaha membentuk citra perusahaan agar tetap baik, tetap positif dan menarik bagi masyarakat maupun investor. Ini dilakukannya dengan mendorong pemberitaan yang positif, dengan kinerja-kinerja yang baik kemudian juga membuat program-program yang menyentuh masyarakat.

Citra pelabuhan yang dulunya kotor dan tidak teratur, kini telah berubah. Seiring pembenahan komunikasi yang dilakukan Pelindo I, masyarakat jadi tahu peran penting pelabuhan sebagai gerbang perekonomian.

"Intinya kami menceritakan program program Pelindo I apa saja. Kemudian kontribusi Pelindo I kepada negeri ini betapa pentinya pelabuhan bagi perekonomian bangsa"

"Pelabuhan itu adalah sebagai pintu gerbang bagi perekonomian alat, barang, dan orang. Baik dari anak TK sampai orang dewasa, organisasi, pemerintahan semuanya kita informasikan tentang Pelindo I, kemudian apa yang mungkin sudah dilakukan Pelindo I baik dari pencapain-pencapain yang dilakukan sehingga berimbas kepada masyarakat," ujarnya.

Dikatakannya, kontribusi setiap karyawan dapat memberikan dampak positif bagi kalangan internal dan eksternal. Dari segi internal, karyawan menjadi bagian dari perusahaan. Sementara dari segi eksternal, masyarakat semakin mengenal Pelindo I.

"Kegiatan humas itu kita lakukan berbagai program dengan media, masyarakat, sosial, lembaga, tidak hanya ekternal tapi kita juga berbicara dengan cara internal. Dengan bangga sebagai karyawan Pelindo I, dan mendorong mereka (karyawan) untuk memberitakan Pelindo I di lini media sosial mereka sendiri," ucapnya.

Ia mengatakan pihaknya melayani masyarakat dengan menyediakan fasilitas infrastruktur, dermaga, dan fasilitas lainnya. Tentunya dengan menghadirkan terminal yang canggih, modern, aman, nyaman dan mempunyai pelayanan yang baik.

Tak tanggung-tanggung, Fiona bersama timnya mampu membawa Pelindo I mendapat
enam penghargaan dalam ajang PR Indonesia Awards (PRIA) 2019 yang diselenggarakan oleh Majalah PR Indonesia. Hal menarik lainnya, Fiona terpilih sebagai 50 pilihan PR Indonesia versi Majalah Indonesia.

"Itu memang momen-momen yang tak terlupakan bagi saya.  Alhamdulillah saya dapat beberapa penghargaan baik untuk program kehumasan maupun untuk pribadi," ungkapnya.

Fiona mengatakan, dengan menjadi humas Pelido I, ia memiliki peluang untuk berkomunikasi dengan banyak kalangan. Tak hanya itu saja, ia bahkan diberi kepercayaan beasiswa dari pemerintah Belanda untuk belajar tentang internasional corporate communication selama beberapa bulan.

Cita-cita Jadi Presenter

Diakui Fiona, dulu tak pernah terbayang olehnya untuk berkerja di perusahaan pelabuhan.

"Sebenarnya saya waktu kecil itu tidak terbayang bekerja di perusahaan pelabuhan karena memang waktu kecil itu saya memang penginnya itu jadi seorang presenter. Alhamdulillah, saya juga sudah pernah merasakan jadi presenter," ungkapnya.

Masa kecilnya, Fiona habiskan di Batusanggar Sumatera Barat.

Saat masih duduk di bangku sekolah dasar ia sudah menyukai kegiatan teater. Memasuki jenjang SMP, ia memilih untuk sekolah di luar daerah tinggal di asrama.

"Jadi memang saya sudah suka berpetualang dari kecil dan saya biasa berpetualang. Saat masuk SMA, saya sudah tahu kalau nanti bila saya kuliah saya akan pilih fakultas ilmu komunikasi, karena saya ingin menjadi PR, jurnalis ataupun presenter karena saya terinspirasi dari presenter nasional maupun internasional," ucapnya.

Ia pun bertekad tidak akan tinggal di kampungnya, sebab ia ingin merantau supaya mampu meraih cita-citanya. Benar saja, usai lulus SMA, Fiona melanjutkan pendidikannya di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, Bandung.

"Di Bandung, happy banget, karena banyak hal-hal baru, kita dapat banyak ilmu. Kita pun semakin banyak mengenal kebudayaan yang beranekaragam. Saya sempat mengalami culture shock tapi penyesuaian enggak begitu lama," kata anak ketiga dari empat bersaudara ini.

Setelah lulus sarjana, Fiona pun pernah menjadi host di reality show, salah satu program TV swasta, "Jika Aku Menjadi". Ia tinggal selama lima hari bersama penjual teh.

Selanjutnya, ia melamar pekerjaan sebagai reporter di salah satu TV swasta. Tak hanya sebagai reporter, seiring berjalannya waktu, ia juga dipercayakan sebagai seorang presenter di salah satu TV swasta nasional di Jakarta selama hampir dua tahun.

"Sebagai seorang jurnalis saya juga meliput ke KPK, rumah sakit, polisi, makanan, setiap hari dunia kita berubah. Yang kita temui itu beragam, kita wawancarai menteri, pejabat, dan tukang bakso. Menjadi jurnalis itu bagian hidup yang tak terlupakan," ungkapnya.

Peran keluarga pun tak pernah lepas dari hidup Fiona. Ia selalu diajarkan orangtuanya untuk hidup mandiri dan memiliki kreativitas yang tinggi.

"Ibu saya itu punya kreativitas tinggi dalam berdagang, jadi memotivasi saya juga untuk untuk berkerja dengan ide-ide kreatif. Suami saya pun mendukung pekerjaan saya saat ini, profesi kita sama, sebagai humas," tambahnya.

Ia menjelaskan pemerintah sangat peduli kepada dunia kemaritiman, apalagi didukung dengan adanya tol laut sehingga dunia kemaritiman saat ini benar-benar menjadi prioritas program Pemerintah Indonesia.

Kedepannya, Fiona ingin belajar tentang ilmu pelabuhan sebab ia menyadari background pendidikannya bukan dari ilmu kemaritiman.

"Sukses itu meraih apa yang kita harapkan dan bermanfaat buat orang lain. Kunci sukses itu percaya diri, dan jangan pantang menyerah. Bila gagal, maju lagi dengan strategi yang baru," tutupnya. (nat/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved