Tangis Pecah Sambut Kedatangan Jenazah Di Kantor PT ALS
Keluarga korban kecelakaan Bus
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN -Keluarga korban kecelakaan Bus PT Antar Lintas Sumatera (ALS) menangisi kedatangan jenazah keluarga dan kerabatnya yang baru tiba di Kantor PT ALS Jalan SM Raja Medan, Senin (27/6/2011) sekitar pukul 11.00 WIB.
Kedatangan 10 jenazah tiba menggunakan enam mobil ambulance RS Tapanuli Selatan. Secara beriringan mobil masuk kedalam areal PT ALS. Namun sekitar 10 menit disana, mobil ambulan langsung bergerak menuju kediaman masing-masing.
Hilda, anak dari almarhum Risnawati, menangis terseduh-seduh menyambut kedatangan jenazah ibunya. Begitu mobil ambulan berhenti, Hilda serta dua adik laki-lakinya langsung membuka pintu belakang ambulan, mereka langsung menangis histeris memeluk jenazah ibunya.
"Mamak, mamak.., kenapa jadi begini maaak," tangis Hilda penuh haru.
Almarhum Risnawati, langsung dibawa ke kediamannya di Perumahan Agroria Blok 6 No 97 Medan Tembung.
Abang Hilda, Reza juga tampak tak kuasa menahan kesedihannya. Dengan semangat tinggi dia mencoba tabah menghadapi takdir Ilahi. Namun, matanya tampak berkaca-kaca dan memerah.
"Sudah langsung saja kita segerakan kerumah," ucap Reza kepada pihak ALS yang turut serta menyambut kedatangan jenazah. Reza kemudian langsung naik dibagian depan mobil ambulan, dengan suara serine ambulanpun bergerak jalan menuju kediaman almarhum.
Kesepuluh jenazah ini dipulangkan ke rumah duka di Medan. Sedangkan lima korban lainnya dibawa ke kampung masing-masing, Dedi (40) warga Simp Aru Jalan SM Raja Padang, jenazahnya dibawa ke Padang. Desi/Neng (5) warga Lubuk Pakam, namun jenazahnya dibawa ke Bengkulu. Kemudian Maulinda Asmar (32), Eka Santi dan Putri Balkis, ketiganya merupakan warga Jalan Bunga Raya Medan Sunggal, tapi jenazah ketiganya dibawa ke Rao, Pasaman.
"Untuk korban lainnya kita belum terima informasi dari kepolisian disana," ujar Alwi. (fer/tribun-medan.com)